Kamis, 11 Juni 2026

Kerusuhan Reda, Polisi Tarik Pasukan dari Desa Penagan

Aksi amuk massa itu menyusul pertikaian pribadi pemuda yang diduga gara-gara soal cewek.

Tayang:
Editor: Fajar Anjungroso

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA –  Menyusul makin kondusifnya situasi di Desa Penagan, Kabupaten Bangka Kepulauan Bangka-Belitung (Babel) pasca amuk massa baru-baru ini, kini   kepolisian mulai menarik anggotanya. Di antaranya, mengurangi jumlah anggotanya yang semula ditempatkan di wilayah tersebut.

"Anggota Polda Babel dan Sat Brimobda sudah ditarik tersisa sebagian anggota Polres Bangka, Polsek Mendobarat dan Satpol PP," ujar Kabag Ops Polres Bangka Kompol Taufik LN seizin Kapolres Bangka AKBP Pipit Rismanto kepada Bangkapos.com (Tribiunnews.com Network), Rabu (19/6/2013).

Penarikan anggota di wilayah tersebut tak langsung dilakukan dengan berbagai pertimbangan. "Sejauh ini memang belum semua kita tarik, karena masih ada anggota yang berjaga-jaga disana," kata Taufik.

Sebelumnya, di Dusun Kampung Baru Desa Penagan Kecamatan Mendobarat, Rabu (12/6/2013) malam menjadi lautan api. Belasan rumah milik warga pendatang asal Selapan Sumsel rata dengan tanah setelah dibakar oleh puluhan massa desa setempat.

Aksi amuk massa itu menyusul pertikaian pribadi pemuda yang diduga gara-gara soal cewek. Sudirman (14) yang sempat mendekati seorang gadis desa setempat mengaku dianiaya oleh pemuda lainnya.

Selanjutnya, pertikaian keduanya meluas hingga menyulut aksi saling bakar hingga sejumlah unit rumah rusak dan kendaraan sejumlah unit motor dan mobil ludes terbakar dalam aksi amuk massa tersebut.  

Hingga kini rincinya personil yang masih berada di Penagan, masing-masing sebanyak 10 orang anggota Polres Bangka, serta anggota Polsek Mendobarat (5 orang) dan anggota Satuan Polisi PP Pemkab Bangka (15 orang).

Sumber: Bangka Pos
Tags
kerusuhan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved