Rabu, 10 Juni 2026

Delapan Rumah Hanyut dan Tertimbun Longsor

Kami sekeluarga mulai tidur karena hujan deras dan tak tahunya pagi hari pondasi bagian rumah belakang kami runtuh dan menggantung di sungai

Tayang:

Laporan Wartawan Surya,Sudarmawan

TRIBUNNEWS.COM,PONOROGO - Sebanyak 8 rumah milik warga Desa/Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo hanyut dan tertimbun longsor, Kamis (20/06/2013).

Hal ini disebabkan banjir bandang luapan sungai Slahung. Selain itu, belasan rumah lainnya tergerus air sungai hingga menyebabkan pondasi bangunan rumahnya bergantungan.

Sebanyak delapan rumah yang porak poranda yang tertimbun longsor itu di Dusun Bandungan 5 unit rumah dan di Dusun Gembes 3 unit rumah.  

Selain itu belasan rumah di Dusun Dawang pondasinya menggantung di bibir sungai karena plengsengan ambrol dibawa air banjir bandang.

Selain banjir bandang memicu 5 unit jembatan antar Dusun Hanyut juga menghancurkan rumah warga setempat.

Belasan rumah yang pondasinya menggantung di bibir sungai antara lain milik, Kusno, Kuwat, Sudono, Damiran, Rudi, Gito, Pangat, Imam Suyatno, Bukhori dan Nardi.

Kesebelas rumah tersebut berada di kawasan RT 4, RW 1, Dusun Dawang, Desa/Kecamatan Slahung.

Sedangkan untuk 8 rumah hanyut di Dusun Bandungan dan Dusun Jaten hingga berita ini ditulis belum bisa diketahui karena jembatannya ambrol serta jalannya belum bisa dilewati.

Kusno (55) warga RT 4, RW 1, yang rumahnya berada paling ujung selatan dari deratan belasan rumah yang nayaris dibawa banjir tersebut mengaku jika ambrolnya pondasi rumahnya karena banjir terjadi Kamis dini hari.

Pasalnya hujan sejak Rabu sore hingga sekitar pukul 23.00 WIB belum reda.

"Kami sekeluarga mulai tidur karena hujan deras dan tak tahunya pagi hari pondasi bagian rumah belakang kami runtuh dan menggantung di sungai. Untuk deretan ini, ada sebelas rumah yang hancur pondasinya. Kalau nanti masih ada hujan mungkin rumah yang hanyut akan bertambah," kata Kusno.

Kejadian serupa juga menimpa rumah Bukhori yang sudah habis separo bangunan. Pasalnya, hanyut dan ambrolnya dibawa banjir. Menurutnya sebelumnya plengsengan sungai di bawah bangunan rumah warga sudah tergerus tahun lalu.

Namun tak kunjung diperbaiki dan sekarang tergerus hingga merusak bangunan rumah warga.

"Kami terpaksa merobohkan rumah bagian dapur. Kalau nanti terjadi hujan lagi belasan rumah ini pasti was-was. Bahkan WC di SPBU itu sudah ditutup karena pondasinya menggantung takut ambrol saat ada orang didalamnya," kata Bukhori.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved