Tiga Arkeolog Gali Pekarangan Pendopo Kawali
Tiga arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung yang dipimpin Oerip Bramantio Boedi S Sen M Hum, sejak Senin
TRIBUNNEWS.COM, CIAMIS - Tiga arkeolog dari Balai Arkeologi Bandung yang dipimpin Oerip Bramantio Boedi S Sen M Hum, sejak Senin (24/6/2013), melakukan penggalian untuk kepentingan arkeologi (eskavasi) di Komplek Pendopo bekas Kantor Kewedanaan Kawali. Para arkeolog yang didampingi Eman dari Bidang Kebudayaan Disbudpar Ciamis, melakukan eskavasi hingga Kamis (27/6/2013).
"Ada dua titik penggalian, yakni bagian pekarangan belakang pendopo dan bagian depan pendopo," ujar Kabid Kebudayaan Disbudpar Ciamis Drs Agus Yani, kepada Tribun, Rabu (26/6/2013).
Dari tulisan sejarah dan cerita rakyat setempat, kompleks pendopo bekas kantor Kewedanaan Kawali (sekarang jadi rumah dinas Camat Kawali) yang berlokasi tak jauh dari Alun-alun Kawali, diyakini sebagai lokasi bekas Istana Suwawisesa, istana Kerajaan Sunda Galuh (kerajaan terbesar di tatar Pasundan pada abad 13-14) yang disebut pada prasasti ke-4 yang bisa ditemui di Situs Astana Gede Kawali.
"Selama ini hanya berupa keyakinan bahwa Istana Surewisesa tersebut berlokasi di Kkompleks bekas Kantor Kewedaaan Kawali. Belum ada bukti ilmiahnya. Makanya dilakukan penggalian yang melibatkan tiga arkeolog dari Balar Bandung,"ujar Agus.
Dari penggalian yang sudah dilakukan di pekarangan belakang es Kantor Kewedanaan Kawali, dari lobang penggalian sedalam 2 meter lebar 1,5 meter, ditemukan susunan batu tua berstruktur tersusun dengan perekat asemen merah. Juga ditemukan serpihan pecahan keramik kuno dengan tulisan Cina dan Latin.
"Struktur batu bersusun dan bertingkat tersebut diduga masih panjang dan diduga merupakan fondasi kompleks Istana Surawisesa yang dibangun Raja Wastukancana," kata Agus.
Agus mengatakan hasil eskavasi oleh arkeolog dari Balar Bandung tersebut akan diteliti lebih lanjut. "Apakah temuan yang diperoleh mengindikasikan bahwa kompleks Kewedanaan Kawali tersebut merupakan bekas Istana Kerajaan Sunda Galuh atau bukan. Ini baru merupakan penelitian awal," ujarnya. (sta)