Pembantaian Gajah

Papa Genk Dibantai Demi Mencuri Gading Seharga Rp 250 Juta

Gading Papa Genk yang mati dibantai di Aceh pekan lalu, diperkirakan seberat 25 kilogram seharga Rp 125 juta-Rp 250 juta.

zoom-inlihat foto Papa Genk Dibantai Demi Mencuri Gading Seharga Rp 250 Juta
Serambi Indonesia /A’DUL BAHRI
SEEKOR gajah dewasa ditemukan mati dengan leher putus yang diyakini akibat terjebak ranjau besi di pinggir sungai kawasan Desa Ranto Sabon, Aceh Jaya, Sabtu (13/7) dini har

JAKARTA, TRIBUNNEWS.C0M- Papa Genk, gajah jantan besar yang mati dibantai di Aceh pekan lalu, diduga karena motif pencurian gading. Nilai ekonomi gading sangat tinggi, harga gading yang diperkirakan seberat 25 kilogram itu mencapai kisaran Rp 125 juta hingga Rp 250 juta.

Demikian dikemukakan Aulia Ferizal, seorang warga Nanggroe Aceh Darussalam yang menggagas petisi atas pembantaian gajah jantan besar tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan dan Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Zaini Abdullah.

Aulia mengatakan harga gading gajah sangat mahal. Harga paling murah Rp 2,5 juta per kilogram. "Itu harga paling murah! Kalau sekarang perkiraan harga bisa sampai 5-10 juta/kg. Sedangkan gading gajah "Si Genk" ada sekitar 25 kg beratnya. Bayangkan saja, berapa uang kalau harga 5-10 juta/kg untuk gadingnya," tulis Aulia.

Ia mencontohkan, 25 kg x 5 juta = 125 juta, atau 25 kg x 10 juta/kg = 250 Juta. Siapa yang tidak berminat?

Aulia mengajak semua pihak agar membantu semaksimal mungkin sehingga pembunuhan dan pembantaian gajah untuk diambil gading dihentikan. "Kalo ada yang bilang gajah dibunuh karena menganggu warga, bantah! Gajah nggak mengganggu warga, tapi warga yang buat dia merasa nggak nyaman," tulis Aulia.

Minggu lalu, Tribunnews.com memberitakan kejadian pencurian gading dengan membantai gajah. Seekor gajah dewasa mati secara mengenaskan dengan kondisi leher putus setelah terjebak ranjau besi di Desa Ranto Sabon, Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya, Sabtu (13/7/2013) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Ranjau besi yang diduga sengaja dipasang seseorang di sebatang pohon besar itu jatuh mengenai bagian kepala/leher satwa dilindungi itu hingga putus.

Komandan Polhut Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Jaya, Armidi SHut kepada Serambi Indonesia, mengatakan, kematian satu ekor gajah di Desa Ranto Sabon diduga akibat terkena ranjau besi yang berat dan sangat tajam.

Ranjau yang dipasang di atas pohon kayu besar di pinggir sungai kawasan Desa Ranto Sabon itu jatuh tepat di bagian kepala gajah hingga putus. Kedua gading gajah hilang yang diduga diambil oleh pelaku yang memasang ranjau.  (tribunnews/domu d ambarita).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved