Masyarakat Panen Ikan Seusai Gunung Hobalt Meletus
Meletusnya Gunung Hobla, Pantai Selatan, Lembata, ternyata tak hanya menyisakan kisah sedih bagi warga sekitar gunung bawah laut tersebut.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
TRIBUNNEWS.COM, LEWOLEBA - Meletusnya Gunung Hobla, Pantai Selatan, Lembata, Senin (19/8/2013), ternyata tidak hanya menyisakan kisah sedih bagi warga sekitar gunung bawah laut tersebut.
Seusai gunung itu meleluts, masyarakat setempat justru merasa kegirangan. Pasalnya, mereka mampu memanen ikan yang mati bertebearan di pesisir pantai.
Fenomena banyaknya ikan yang mati itu, diduga disebabkan suhu laut naik bersamaan dengan meningkatnya aktivitas gunung bawah laut di Lembata itu.
Tidak sedikit masyarakat setempat, memungut dan membawa pulang ikan mati itu sampai berkarung-karung. Ikan mati itu,bertebaran di sejumlah desa pesisir di dua kecamatan yakni Wulandoni dan Atadei.
"Masyarakat, tampaknya tak terlalu mengkhawatirkan meletusnya Gunung Hobalt. Mereka justru berlomba-lomba mengambil ikan yang mati di sepanjang pantai," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata Andris Koban, Jumat (23/8/2013).
Meski begitu, Andris berharap warga juga tetap mewaspadai adanya aktivitas susulan dari Gunung Hobalt.
"Terutama warga Desa Dulir, di Kecamatan Atadei. Karena desa itu berada di dekat Gunung Ili Werung yang ada di daratan, dan Gunung Hobalt di bawah laut. Kedua gunung itu, diperkirakan masih menunjukkan aktivitasnya dalam beberapa waktu ke depan," tandasnya.