Minggu, 31 Agustus 2025

Jemmy Disekap dan Disetrum Debt Collector karena Utang Rp 250 Juta

Jemmy Imam Toko (31), pengusaha di bidang Event Organizer (EO) di Sidoarjo menjadi korban penyekapan debt collector.

zoom-inlihat foto Jemmy Disekap dan Disetrum Debt Collector karena Utang Rp 250 Juta
SURYA / M TAUFIK
Pelaku penyekapan terhadap pengusaha EO di Sidoarjo

Laporan Wartawan Surya, M Taufik

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Jemmy Imam Toko (31), pengusaha di bidang Event Organizer (EO) di Sidoarjo menjadi korban penyekapan debt collector. Dua hari lamanya Jemmy disekap dan dianiaya debt collector bernama Yafed Sugiyanto bersama  teman-temannya di sebuah cafe.Jemmy diancam dibunuh, dipukuli dan disetrum.

penyekapan bermula dari kasus utang-piutang Jemmy Imam Toko kepada Djohn Silvianus, warga Jl Simo Sidomulyo II Surabaya sebanyak Rp 250 juta yang tak kunjung dilunasi sejak Juni 2012 karena Jemmy mengaku usahanya bangkrut.

“Tapi selama ini saya tetap terus membayar bunga atas hutang saya itu. Yakni senilai 10 persen setiap bulan sebagaimana dalam perjanjian,” kata Jemmy kepada Surya.

Permasalahan mulai muncul, 26 Agustus 2013. Saat itu, Jhon SIlivianus memberikan kuasa kepada Yafed Sugianto untuk melakukan penagihan. Yafed dijanjikan fee 30 persen jika sukses menagih hutang kepada Jemmy.

Setelah itu Yafed mulai berupaya melakukan penagihan. Pada 15 September 2013, pria yang diketahui pernah menjadi Security di sebuah hotel berbintang di Surabaya ini datang ke kampung Jemmy menemui ketua RT-nya. Kemudian, Senin, 16 September 2013, Yafed dipertemukan dengan Jemmy.

“Dalam pertemuan itu, kami sepakati bahwa tanggal 18 September 2013, bersama-sama datang ke notaris untuk membuat surat kuasa jual atas rumah saya. Nilainya lebih besar dari nilai hutang saya. Jadi cukuplah untuk melunasi hutang tersebut,” sambung Jemmy.

Pada tanggal yang disepakati, Yafed tiba-tiba menghubungi Jemmy dan bilang tidak mau ke notaris dan meminta korban untuk datang ke cafe Family miliknya di Jl Embong Malang untuk membicarakan soal pelunasan hutang.

Sesampai di café, Jemmy Imam yang datang sendirian ditemui Indra, Mbah Nang dan John Silvianus. Kemudian Jemmy dibonceng sepeda motor oleh Indra menuju ke rumah Yafed di Simo Sidomulyo.

“Dalam pertemuan itu, ternyata rencana pembuatan surat kuasa ke notaris dinyatakan tidak jadi. Kemudian saya dipaksa untuk melunasi hutang secara cash hari itu juga,” kenang pengusaha muda ini.

Karena merasa tidak mampu, Jemmy pun mengaku tidak bisa. Kemudian Yafed dan Indra berulang kali memukulinya. Bahkan Jemmy sempat disetrum menggunakan senter listrik berulang kali.

“Saya juga diancam akan dibunuh jika tidak bisa melunasi. Bahkan saya juga sempat diancam dengan pistol (gas gun). Tapi bagaimana lagi, saya hanya bisa pasrah karena memang saya tidak mungkin mendapat uang cash sebanyak itu dalam waktu singkat,” ungkapnya.

Tak cukup sampai disitu, Jemmy sempat diminta menunjukkan nama dan alamat keluarganya. Tujuannya, keluarga bisa diminta bantuan untuk melunasi hutang tersebut. Kemudian, pukul 24.00 WIB, Jemmy dibawa naik mobil menuju rumah kakaknya bernama Robby di Kendangsari.

Tujuannya, supaya sang kakak bisa membantu melunasi hutang tersebut. Dalam perjalanan ini, Yafed sempat mengancam akan memotong tangan Jemmy menggunakan pisau. Namun aksi ini kembali gagal karena sang kakak juga tidak bisa menyediakan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.

Pukul 00.30 WIB, dari rumah kakaknya, korban dibawa ke rumah orangtuanya di Perum Mejaya Taman, Sepanjang, Sidoarjo. Tujuannya juga sama. Dan lagi-lagi, dalam pejalanan Jemmy beberapa kali dianiaya. Kali ini dia disetrum oleh Yafed.

Halaman
12
Sumber: Surya
Tags
disekap
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan