Tulisan 'Tara' dan Identitas Candi Bedingin yang Masih Misterius

Sejak diketemukan pada 20 Oktober 2013, kepastian mengenai identitas Situs Bedingin belum juga diketahui.

Tulisan 'Tara' dan Identitas Candi Bedingin yang Masih Misterius
TRIBUN JOGJA/JOKO WIDIYARSO
Bagian candi yang disebut antefik ditemukan di sebuah peruamah di di Dusun Bedingin, Desa Sumberadi, Mlati, Sleman, pada 20 Oktober lalu. Tim BPCB DIY kemudian melakukan ekskavasi sejak 10-22 November mendatang 

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Sejak diketemukan pada 20 Oktober 2013, kepastian mengenai identitas Situs Bedingin belum juga diketahui.

Namun, menginjak pekan kedua proses ekskavasi, tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY menemukan petunjuk baru mengenai hal tersebut.

Kepala Seksi Pelindungan Pengembangan dan Pemanfaatan BPCB DIY Wahyu Astuti mengutarakan, pada artefak yang ditemukan pekan lalu, diketahui terdapat tulisan Tara, yang tak lain merupakan dewi dalam agama Budha. Dengan begitu, kemungkinan besar Candi Bedingin adalah candi Budha.

"Seorang anggota tim membaca ada tulisan Tara di benda yang ditemukannya. Setelah diteliti, Tara adalah dewinya agama Budha. Jadi kemungkinan Situs Bedingin adalah Candi Budha. Tapi kami akan terus meneliti lebih jauh soal itu," ujarnya kepada Tribun Jogja, Minggu (17/11/2013).

Wahyu semakin meyakini, Situs Bedingin merupakan candi Budha lantaran berbagai informasi yang telah beredar mengenai sejarah Desa Sumberadi, Mlati, Sleman. Disebutkan, bahwa di desa itu sebelumnya telah diketemukan sebuah arca Budha.

"Katanya memang iya, dulu pernah ditemukan arca Budha di Desa Sumberadi. Informasi itu saya dapatkan dari seorang yang sebelumnya menjabat di BPCB DIY," terangnya.

Untuk memastikan hal itu, ia beserta tim ekskavasi akan terus melanjutkan pencarian, dengan mencari data-data mengenai sejarah Desa Sumberadi, tempat ditemukannya Situs Bedingin. Menurutnya, fakta tersebut sedikit banyak akan membantu proses penelitian situs tersebut.

Mengenai temuan lain, Wahyu menjelaskan bahwa tim belum mendapatkan benda-benda lain atau petunjuk baru di Situs Bedingin. Menurutnya, dari sisi temuan, belum ada perkembangan baru mengenai hal itu.

Ia juga mengeluhkan hujan yang menurutnya semakin mempersulit proses ekskavasi. Bagi tim, selain letak situs yang berada di halaman rumah warga, hujan yang terus terjadi selama ekskavasi penyelamatan semakin menghambat penelitian.

"Kami didesak oleh waktu. Makanya nanti hari Selasa kami berencana akan melakukan evaluasi soal temuan yang telah ada. Mungkin kami akan tentukan juga bagaimana ke depan nanti. Memang idelanya evaluasi setelah 10 hari, tapi kami merasa sudah harus melakukannya," ungkapnya.

Peninggalan Budha tertua di Yogyakarta diketahui adalah Candi Tara atau yang lebih populer disebut dengan Candi Kalasan. Situs Budha yang terletak di Jalan Jogja-Solo KM 13, Kalasan itu merupakan candi yang dipersembahkan bagi Dewi Tara.

Untuk diketahui, Tim BPCB DIY telah melakukan ekskavasi penyelamatan terhadap Situs Bedingin yang diperkirakan merupakan sebuah bangunan candi sejak 11 November lalu. Selama penggalian, tim menemukan sejumlah benda, di antaranya adalah antefik, makara, dan sisi genta, hingga periuk berisi lempengan emas. (wid)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved