Polisi Diminta Tidak Malu-malu Usut Runtuhnya Atap Gedung DPKAD Cianjur
Aspekindo, kembali mendesak Polres Cianjur untuk secepatnya memulai penyelidikan penyebab runtuhnya atap gedung DPKAD Cianjur.
TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Asosiasi Pengusaha Kontruksi Indonesia (Aspekindo), kembali mendesak Polres Cianjur untuk secepatnya memulai penyelidikan penyebab runtuhnya langit-langit di lantai dua di gedung Dinas Pendapatan dan Keuangan Aset Daerah (DPKAD) Cianjur.
Menurut Sekretaris Aspekindo Cianjur, Yana Nurjaman, untuk membuktikan adanya kesalahan dalam pembangunan gedung utama DPKAD ini, polisi bisa meminta bantuan atau berkordinasi dengan tim audit teknis.
"Polisi jangan malu-malu untuk minta bantuan tim audit, baik itu dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Superintending Company of Indonesia (Sucofindo), atau auditor independen dari perguruan tinggi ternama seperti ITB," kata Yana kepada Tribun melalui pesawat telepon, Jumat (6/12/2013).
Yana mengatakan, permintaan bantuan tim audit seperti pernah dilakukan Polres Cianjur, 2007 silam. Ketika itu Polres Cianjur sedang berupaya mengungkap penyelewengan pembangunan Pasar Hewan Cianjur. Kasus tersebut akhirnya terungkap. Polisi juga menangkap oknum rekanan pelaksana proyek.
"Proses penyelidikan itu perlu agar pihak rekanan pelaksanan proyek tidak main-main dengan pekerjaannya. Adanya proses hukum itu bisa membuat efek jera bagi rekanan yang nakal," kata Yana.
Yana mengatakan, indikasi adanya penyelewengan semakin menguat setelah dua bangunan di lingkungan DPKAD Kabupaten Cianjur mengalami kerusakan.
"Bukannya kami ngotot. Hanya saja aparat harus prihatin dengan kejadian ini. Yang pertama atap masjid roboh sampai tidak berbentuk lagi. Kali ini langit-langit runtuh sampai bolong langitnya. Kalau tidak ada pengusutan lebih jauh, patut dipertanyakan independensi aparat hukum ini," ujar Yana. Ia berharap Kapolres Cianjur dapat bersikap tegas.
Langit-langit di gedung DPKAD Cianjur ini runtuh, Rabu (4/12). Langit runtuh berada di ruangan Sekretariat DPKAD di lantai dua. Langit-langit itu runtuh sekitar pukul 17.30.
Dugaan sementara, runtuhnya langit-langit tersebut karena adanya rembesan air. Indikatornya, hanya langit-langit yang terkena air saja Rabu sore itu runtuh. Hari itu, Cianjur kota memang diguyur hujan deras. (cis)