Percepat Revitalisasi Tambak Pantura, DPR Indramayu Datangi Kementerian Kelautan dan Perikanan
Komisi II DPRD sengaja mengagendakan pertemuan dengan KKP mengajak perwakilan pengurus KOMPI yang merupakan pelaku tambak
Ringkasan Berita:
- Komisi II DPRD sengaja mengagendakan pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak perwakilan pengurus KOMPI yang merupakan pelaku tambak yang sudah puluhan tahun menggarap tambak.
- Komisi II DPRD sengaja mengagendakan pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak perwakilan pengurus KOMPI yang merupakan pelaku tambak
- Forum tersebut sangat cair dan banyak kemajuan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –Tidak ingin permasalahan Program Proyek Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Tambak Pantura di Indramayu, Jawa Barat berlarut-larut antara petambak dan pemerintah di Kabupaten Indramayu, DPRD Kabupaten Indramayu melalui Komisi II mengajak perwakilan Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) mendatangi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengkonsultasikan dan menyampaikan harapan para petambak terkait program tersebut.
Kedatangan Komisi II DPRD Kabupaten Indramayu bersama KOMPI tersebut disambut langsung langsung oleh Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI Tb Haeru Rahayu.
“Kemarin hari Senin, kami dari Komisi II ajak KOMPI diskusi dengan Dirjen langsung di KKP terkait PSN ini, alhamdulillah bisa bertemu langsung Dirjen Perikanan Budidaya KKP RI dan beberapa direktur lainnya diskusi terkait PSN ini,” kata Ketua Komisi II, Imron Rosadi saat dikonfirmasi, Selasa (14/4/2026).
Komisi II DPRD sengaja mengagendakan pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak perwakilan pengurus KOMPI yang merupakan pelaku tambak yang sudah puluhan tahun menggarap tambak di daerah yang rencananya dijadikan program PSN Revitalisasi Tambak Pantura ini.
Imron mengungkapkan dalam diskusi tersebut perwakilan KOMPI menyampaikan beberapa hal terkait tuntutan yang menjadi keinginan para petambak yang saat ini sedang menggarap lahan milik Perhutani yang menjadi lokasi program PSN tersebut.
“Alhamdulillah forum itu sangat cair, sangat banyak kemajuan hasil diskusi tidak mentok, ada perkembangan hasil diskusinya mengarah ke arah yang lebih baik, insyaallah akan bisa menjadi solusi terbaik untuk semuanya,” ujarnya.
Pada diskusi tersebut, jika program PSN revitalisasi tambak pantura tetap berjalan, KOMPI memberikan beberapa opsi yaitu adanya skema kemitraan, ganti rugi sampai dengan melakukan penggeseran titik sementara yang sudah ditentukan oleh Perhutani yang diberikan ke KKP.
Karena titik tersebut eksisting hari ini dan sudah banyak yang beralih fungsi menjadi sawah ada juga yang jadi permukiman warga dan hampir terjadinya pematokan di permukiman pojok rumah warga.
Sehingga terkait titik yang akan digarap program PSN KOMPI memohon agar dikaji ulang dan kalau bisa digeser di tanah yang belum di garap karena masih banyak.
Imron mengatakan dari Komisi II DPRD Indramayu juga meminta kepada pihak-pihak terkait agar terus melakukan sosialisasi kepada para petambak terus dilakukan, karena ada banyak informasi yang tidak ituh diterima oleh para petambak contohnya nominal kerohiman sampai sejauh ini terkait baik itu nominal dan segala sesuatunya belum selesai dirumuskan.
Baca juga: Dorong Pemulihan Ekonomi, Satgas PRR Segera Rehabilitasi Tambak dan Keramba Terdampak
“Ini juga butuh kehati-hatian harus ada proses, terus ada titik yang jelas mana yang dijadikan kegiatan tersebut jadi prosesnya masih jauh masih terus dikaji. Mohon semuanya bisa bersabar sekali lagi ini untuk memperoleh solusi terbaik bagi semuanya, kami dari Komisi II juga akan terus mengawal,” jelas Imron.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/DPRD-Kabupaten-Indramayu-ke-KKP.jpg)