Kerusakan Akibat Tambang Timah Makin Parah

Timah itu diekspor ke luar negeri, yakni Singapura 58 persen, Malaysia 13 persen, Jepang 7 persen dan Belanda 6 persen

Editor: Dewi Agustina
zoom-inlihat foto Kerusakan Akibat Tambang Timah Makin Parah
BANGKA POS/ABRIANSYAH LIBERTO
Suasana lokasi tambang timah yang merusak lingkungan yang dikelola oleh rakyat di kawasan Komplek Perkantoran Pemerintahan Kepulauan Bangka Belitung, Senin (15/10/2012). Penambangan secara ilegal dapat berdampak pada kerusakan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. BANGKA POS/ABRIANSYAH LIBERTO

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Indonesia adalah penghasil timah terbesar pertama di dunia yang menyumbang sepertiga timah dunia per tahun. Sebagaian besar timah ini berasal dari Kepuluan Bangka Belitung. Timah itu diekspor ke luar negeri, yakni Singapura 58 persen, Malaysia 13 persen, Jepang 7 persen dan Belanda 6 persen.

Timah Bangka digunakan oleh merek-merek elektronik global terkenal, perusahaan penghasil handphone, atau komputer.

"Namun kehancuran lingkungan parah telah terjadi di Bangka. Wilayah laut Bangka Belitung adalah salah satu lokasi terumbu karang utama dunia. Kegiatan penambangan telah menyebabkan sedimentasi membuat terumbu karang hancur (bleaching). Akibatnya, tangkapan nelayan berkurang hingga 80 persen," kata Direktur Eksekutif Walhi Babel Ratno Budi kepada Bangka Pos (Tribunnews.com Network), Rabu (11/12/2013).

Disamping itu, lanjut Ratno bahwa penambangan timah pun kini marak dilakukan di laut.

"Selain sedimentasi yang bisa menyebar hingga radius lebih dari 20 kilometer, ekosistem laut pun dirusak, dibongkar. Pemulihan ekosistem laut lambat dan membutuhkan biaya mahal. Akibatnya, sering terjadi konflik antara nelayan dan kegiatan penambangan," ujar Ratno.

Sumber: Bangka Pos
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved