Sabtu, 30 Agustus 2025

Merapi Meletus Lagi

Embusan Abu Merapi Lebih Kuat dari Biasanya

Namun sekarang tekanan dari dalam tampak langsung keluar tanpa hambatan

Editor: Dewi Agustina
Kompas.com/M Wismabrata
Truk pasir di lereng Gunung Merapi, Kali Woro, Kamis (12/12/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Juru Kunci Gunung Merapi Mas Asih Surakso Hargo mengungkapkan, aktivitas Gunung Merapi berupa embusan abu merupakan hal yang biasa. Namun demikian, ia mengatakan, saat ini cenderung lebih kuat dari sebelumnya.

"Aktivitas seperti embusan sudah biasa terjadi, namanya juga gunung aktif. Namun, memang belakangan tenaga embusannya lebih kuat," tutur juru kunci Gunung Merapi Mas Asih Surakso Hargo, Minggu (15/12/2013).

Mas Asih, panggilan akrab Mas Asih Surakso Hargo, menuturkan, dulu sebelum erupsi 2010, seperti ada yang masih menahan (menutup kawah) jadi tekanan embusan tidak begitu kuat. Namun sekarang, tekanan dari dalam tampak langsung keluar tanpa hambatan.

"Seperti tidak ada yang menahan, jadi embusanya terlihat tinggi," ucapnya.

Menurutnya, masyarakat lereng Merapi, khususnya di Kinahrejo, sudah biasa dengan aktivitas berupa embusan abu. Masyarakat tidak panik ataupun takut dengan aktivitas yang akhir-akhir ini terjadi karena masih normal. Mereka hafal dan memahami karakternya.

Gunung Merapi dan segala geliatnya, bagi masyarakat setempat, sudah menjadi bagian dari hidup sehari-hari.

"Kenapa harus panik dan takut? Kehidupan di sini sejak dari dulu sudah bersinergi dengan alam. Mereka (masyarakat lereng Merapi) kenal akan karakter Gunung Merapi," ujarnya.

Namun demikian, Mas Asih yakin jika sewaktu-waktu aktivitas Merapi meningkat dan dinas terkait menyarankan untuk mengungsi, masyarakat yang saat ini masih tinggal di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) akan turun.

"Kalau sudah ada imbauan dan aktivitas memang membahayakan, masyarakat tentu akan menjauh dari sumber bahaya," ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan