Rabu, 13 Mei 2026

Longsor di Bandung Barat

Evakuasi Korban Longsor Cisarua, Cuaca dan Kondisi Longsoran Masih Berupa Lumpur Jadi Kendala

Kabasarnas M Syafii menyebut cuaca dan kondisi material longsorang yang masih berupa lumpur jadi kendala proses evakuasi korban longsor Cisarua.

Tayang:
Tribun Jabar/Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
LONGSOR DI CISARUA - Satu jenazah korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berhasil ditemukan, Sabtu (24/1/2026). (Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama). Kabasarnas M Syafii menyebut cuaca dan kondisi material longsorang yang masih berupa lumpur jadi kendala proses evakuasi korban longsor Cisarua. 

Ringkasan Berita:
  • Kabasarnas M Syafii menyebut cuaca dan kondisi material longsorang yang masih berupa lumpur jadi kendala proses evakuasi korban longsor Cisarua.
  • M Syafii mengungkap, jarak titik mahkota longsor sampai titik terjauhnya atau lidah longsoran, yakni sejauh 209 meter. Sehingga daerah yang terkena longsor cukup luas.
  • Sejauh ini Tim SAR gabungan telah menggunakan unsur udara dan darat untuk memaksimalkan proses evakuasi. Di antaranya menggunakan drone, alat berat, dan pengerahan anjing pelacak.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya M Syafii mengungkap kendala yang dialami Tim SAR gabungan dalam proses evakuasi korban bencana longsor di Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

M Syafii menyebut, proses evakuasi korban bencana longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari kemarin ini terkendala kondisi cuaca.

Tak hanya cuaca, kondisi material longsoran yang masih berupa lumpur juga menjadi kendala tersendiri dalam proses evakuasi korban longsor Cisarua.

"Pertama pasti kita sangat ketergantungan dengan cuaca, mudah-mudahan hari ini lebih baik. Kedua adalah kondisi longsoran dimana masih berbentuk lumpur, sehingga akan menyulitkan dari kita," kata M Syafii dalam keterangan persnya, Minggu (25/1/2026) pagi, dilansir Kompas TV.

M Syafii mengungkap, jarak titik mahkota longsor sampai titik terjauhnya atau lidah longsoran, yakni sejauh 209 meter.

Sehingga daerah yang terkena longsor Cisarua ini cukup luas.

"Kemudian dari luas area, dari titik mahkota longsor sampai titik terjauhnya atau lidah longsoran, itu sejauh 209 meter, dengan luasan ini yang diperkirakan cukup luas," terang M Syafii.

M Syafii pun berharap, dengan mengandalkan fasilitas dan kekuatan yang ada, proses evakuasi longsor Cisarua ini bisa berjalan maksimal.

Sejauh ini Tim SAR gabungan telah menggunakan unsur udara dan darat untuk memaksimalkan proses evakuasi.

Di antaranya dengan menggunakan drone, alat berat, hingga pengerahan unit K9 Polri atau anjing pelacak.

Unit K9 Polri (sering ditulis Keynine atau K-9) adalah satuan polisi satwa yang menggunakan anjing terlatih untuk membantu tugas-tugas kepolisian, seperti pelacakan, keamanan, dan penegakan hukum. 

Baca juga: Kisah Balita 2 Tahun Korban Longsor Ditemukan di Genting Rumah, Nur Masih Mencari Ibu Kandungnya

Istilah K-9 berasal dari pelafalan bahasa Inggris untuk "canine" (anjing), yang dipopulerkan untuk menyebut unit anjing pelacak kepolisian. 

"Mudah-mudahan dengan kekuatan yang ada, fasilitas yang ada, kita menggunakan unsur udara berupa drone dari teman-teman yang memiliki fasilitas itu."

"Kemudian dari unsur darat, kita akan melaksanakan pekerjaan ini mulai dari manual. Kita akan menggunakan fasilitas yang ada, termasuk juga alat berat."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved