3 Siswa dan 2 Siswi Ditangkap saat Asyik di Kuburan Cina
Lima pelajar diamankan oleh tim gabungan karena kedapatan berada di TPU saat berlangsung jam belajar di sekolah
Laporan Wartawan Surya Rahadian Bagus
TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Lima pelajar diamankan oleh tim gabungan karena kedapatan berada di tempat pemakaman umum (TPU) saat berlangsung jam belajar di sekolah.
Namun, kelima siswa SMK tersebut membantah membolos, melainkan tengah mengerjakan tugas dari dewan guru.
Kelima pelajar yang ditangkap oleh 38 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Dishub, dan Satpol PP, Senin (16/12/2013) itu, ialah Fendi, Putri Nur Babila, Afandi, Nabila, yang bersekolah di SMK PGRI 2 Kota Pasuruan. Satu sisanya adalah siswi SMK PGRI 1 Kota Pasuruan, Mahmuda.
Kelima pelajar kelas X ini ditangkap saat berada di makam atau kuburan Cina yang berada di Kelurahan Pohjentrk, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan. Mereka ditangkap pada jam sekolah, dan masih menggunakan seragam sekolah.
"Mereka kami tangkap karena. berada di makam saat jam sekolah," kata Asisten Pemerintahan Kota Pasuruan, Setyo Hadi, saat ditemui, Senin (16/12/2013).
"Razia digelar di 7 titik sasaran, diantaranya di Pasar Besar, Stasiun Kota, dan sepanjang Jalan Niaga yang biasa dipakai untuk berjualan para pedagang Kaki Lima," terangnya.
Ia mengatakan, razia tersebut bukan hanya untuk menertibkan pelajar yang membolos, tapi untuk menertibkan para PNS yang melanggar tata tertib. Sayangnya, tak satu pun PNS yang ditangkap pada razia gabungan siang itu.
Para pelajar yang ditangkap, selanjutnya dibawa ke kantor Pemerintah Kota Pasuruan. Selanjutnya, para pelajar didata, dan diperbolehkan kembali ke rumahnya masing-masing.
Seorang pelajar, Nur Afandi, menolak dikatakan membolos saat ditangkap. Dia mengaku, saat itu ia sedang mengerjakan tugas kelompok bersama teman-temannya.
"Kami sudah pulang sekolah, bukan bolos. Kami cuma cari suasana yang beda untuk mengerjakan tugas," terangnya.
Senada juga dikatakan Nabila, teman satu kelasnya. Dia tidak mengakui jika sedang membolos sekolah. Menurut pengakuannya, ia dan teman-temannya sudah pulang dari sekolah, dan pergi ke makam untuk mengerjakan tugas bersama-sama.
"Di sekolah ada class meeting, makanya pulang lebih awal. Kami di makam bukan bolos, tapi mengerjakan tugas," kata Nabila, sambil menutupi mukanya. (*)