Sabtu, 24 Januari 2026

Gunung Sinabung Meletus

Semburan Awan Panas Sinabung Tak Bisa Diprediksi

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla menyatakan bahwa meletupnya awan panas Gunung Sinabung yang menawaskan 11 orang

Editor: Hendra Gunawan
Tribun Medan/DEDY SINUHAJI
Sejumlah petugas gabungan Basarnas, PMI, TNI dan Polri melakukan proses pencarian korban tewas terkena luncuran awan panas Gunung Sinabung di Desa Suka Meriah, Kabupaten Karo, Sumut, Minggu (2/2/2014). Erupsi Gunung Sinabung yang disertai luncuran awan panas Sabtu 1 Februari lalu mengakibatkan 15 orang meninggal dunia di Desa Suka Meriah yang berjarak 2,5 km dari Gunung Sinabung. (Tribun Medan/Dedy Sinuhaji) 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK --  Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla menyatakan bahwa meletusnya awan panas Gunung Sinabung yang menawaskan 11 orang itu tak bisa diprediksi.

Oleh karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengembil keputusan memulangkan 13.000 pengungsi ke tempat asalnya. Hal itu dilakukan karena kondisi dinilai aman. Namun faktanya awan panas berhembus.

"Kalau banjir bisa diprediksi, misalnya musim hujan. Tapi gunung meletus sulit diprediksi. Karena dinilai sudah aman maka pengungsi dikembalikan. Ternyata ada awan panas," ujarnya di Universitas Indonesia (UI), Senin (3/2/2014).

Menurut JK, BNPB sudah benar menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak mendekati Gunung Sinabung minimal jaraknya 5 km. Namun para korban itu telah melewati batas aman tersebut.

"Sosialisasinya sampai, tapi orang kadang ingin adventure, maka dari itu jangan dilakukan. Banyak masyarakat yang tak mengindahkannya," paparnya.

Mantan Wakil Presiden RI itu menambahkan bahwa PMI dan pemerintah membantu pengungsi juga memerlukan waktu yang cukup lama. PMI sudah menggelontorkan seluruh bantuan yang diperlukan dari mulai kebutuhan pakaian, air bersih, makanan, minuman, dan rescue. (Dodi Hasanuddin)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved