Sabtu, 25 April 2026

Penyesuaian Tarif Angkutan Udara Sumbang Inflasi Jambi

Penyesuaian tarif angkutan udara dan harga kelompok makanan merupakan faktor utama sumbangan inflasi Kota Jambi pada Maret 2014

Editor: Budi Prasetyo
BANGKA POS/Resha Juhari
Pesawat jenis Boeing 737-500 milik penerbangan NAM Air saat mendarat pada acara Penerbangan perdana (inaugural flight) Nam Air di Bandara Depati Amir Pangkalan Baru, Rabu (11/12/2013). Nam Air dibawah bendera Sriwijaya Air akan melayani rute dari Jakarta ke Pontianak (PP) dan Jogjakarta ke Pontianak (PP). Dan pesawat kedua, direncanakan menerbangi rute Palu ke Luwuk (PP), Surabaya ke Palu (PP), Surabaya ke Pangkalanbun (PP) dan Semarang ke Pangkalanbun (PP). (BANGKA POS/RESHA JUHARI) 

TRIBUNNEWS.COM.JAMBI - Penyesuaian tarif angkutan udara dan harga kelompok makanan merupakan faktor utama sumbangan inflasi Kota Jambi pada Maret 2014. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat inflasi meningkat 0,22 persen dibanding bulan sebelumnya.

Kepala BPS Jambi, Yos Rusdiansyah menyampaikan berdasarkan pantauan BPS inflasi yang terjadi pada kelompok angkutan udara sebesar 0,53 persen dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,76 persen.

"Penyebab inflasi Kota Jambi angkutan udara, akibat penyesuaian tarif di bulan Maret. Ini sulit dikendalikan karena kontrol nasional," katanya saat penyampaian rilis BPS, Selasa (1/4).

Sementara itu untuk kelompok lainnya, yakni kelompok bahan makanan dan sandang terjadi deflasi masing-masing 0,09 persen dan 0,01 persen. Demikian halnya dengan Kabupaten Bungo, juga terjadi deflasi 0,35 persen terutama pada bahan manakan.

Artinya lanjut Yos, untuk harga komoditas cabai merah, telur ayam ras, sayur dan kelompok bahan makanan dan sandang lainnya di Kota Jambi dan Bungo masih normal. Kebutuhan masyarakat pada kelompok ini masih terpenuhi. Namun untuk angka deflasi yang terjadi reltif lebih kecil dibanding sumbangan inflasi Jambi.

"Posisi Maret harga cabai dan bawang merah turun. Artinya antara suplai dan demand masih relatif terkontrol," ujarnya.

Menanggapi hal ini staf ahli gubernur bidang ekonomi dan keuangan, Tagor Mulia yang hadir mengakui khusus untuk inflasi dengan angka 0,22 persen masih terbilang di atas angka pusat 0,28 persen. Namun menurutnya cukup rendah untuk perkembangan ekonomi Jambi.

Dengan demikian, lanjutnya, pemerintah bersama stakeholder lainnya berupaya melakukan beberapa hal dalam menekan laju inflasi. Terutama akan meningkat sarana dan prasarana penunjang transportasi. Disamping itu fungsi tranparansi harga, dengan adanya tranparasni harga masyarakat akan mengetahui harga yang sebesarnya, sehingga akan berlaku ekonomi yang objektif. "Pemerintah daerah akan memperbaikii saranà dan prasarana, yang akan meningkatkan efisiensi, sehingga nilai yang diterima pelaku bisnis akan tinggi," ungkapnya. (hdp)

Sumber: Tribun Jambi
Tags
Jambi
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved