Minggu, 7 Juni 2026

Garam Asal Garut Dinilai Memiliki Kualitas Lebih Bagus

Mereka mengelola empat kolam garam, masing-masing di Desa Cigadog, Cijambe, Pamalayan, dan Cikelet.

Tayang:
Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, GARUT - Ketua Kelompok Penangkaran Ikan dan Petani Garam Sawargi, Muldan, mengatakan, hanya terdapat 20 petani garam di Kecamatan Cikelet.

Mereka mengelola empat kolam garam, masing-masing di Desa Cigadog, Cijambe, Pamalayan, dan Cikelet.

Berdasarkan penelitian dan kunjungan petani garam dari Indramayu, katanya, kadar garam asal garut ini lebih baik daripada garam asal Indramayu.

Hanya saja, katanya, produksi garam di Kecamatan Cikelet ini masih sangat terbatas karena masih berusia dua tahun.

Setiap kolam garam, katanya, dilapisi terpal sehingga garamnya lebih bersih dan berwarna putih. Karena produksinya yang masih sedikit, air laut yang diendapkan pun dibawa langsung dari laut di pantai selatan Garut menggunakan ember.

Proses pengolahan air laut menjadi garam membutuhkan waktu sampai 15 hari. Hanya saja, dengan metode penyekatan kolam, garam bisa dipanen setiap hari jika cuaca cerah.

Setelah endapan garam mencapai lima centimeter dan mendapat tambahan yodium dengan perbandingan 1:500.000, garam pun siap dipanen.

"Cuma kami kesulitan mendapat yodium. Barangnya harus dipesan di Bandung dan harganya Rp 1 juta per kilogram. Kalau dijual, garam kami berharga sampai Rp 1.000 per kilogram. Selain untuk mengawetkan ikan, juga untuk memasak," katanya.

Untuk memantau perkembangan produksi garam di Kecamatan Cikelet, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI, Dian Ediana Rae, bersama rombongan dari Bank Indonesia mengunjungi para petani garam di Cikelet, Kamis (17/4). Mereka pun memberikan bantuan untuk mengembangkan produksi garam di selatan Garut.

Bantuan yang diberikan di antaranya boumeter skala 1-100 sebanyak 5 unit, 50 kilogram ramsol, 2,5 kilogram yodium, 5 unit yudimates, dan 20 lembar terpal.

Dian berharap bantuan ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan potensi di selatan Garut.

"Banyak yang harus dilakukan di Garut selatan. Kalau infrastruktur sudah bagus, wisatawan akan banyak berdatangan ke selatan Garut yang memiliki banyak tempat wisata pantai yang indah. Kita persiapkan dari sekarang untuk menopang kebutuhan pangan nanti seperti untuk restoran, dimulai dengan pengembangan sektor ternak sapi, ikan, dan garam," katanya.

Dian mengatakan Bank Indonesia berusaha menemukan dan mengembangkan potensi di Garut selatan. Dengan pengembangan ini, kesejahteraan warga pun dapat meningkat.

Sumber: Tribun Jabar
Tags
Garut
garam
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved