Pabrik Kerupuk Mirasa Ludes Terbakar
Pabrik kerupuk Mirasa seluas 400 meter persegi di belakang Panti Asuhan Anak Muhammadiyah Sumur Bandung ludes terbakar
TRIBUNNEWS.COM.BANDUNG, - Satu unit rumah sekaligus gudang dan pabrik kerupuk Mirasa seluas 400 meter persegi di belakang Panti Asuhan Anak Muhammadiyah Sumur Bandung, Jalan AH Nasution No 140, Gang H Gozali, RT 02/04 Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, ludes terbakar, Sabtu (10/5/2014) malam.
Api yang membakar pabrik tersebut mulai terlihat pada pukul 18.30 dan sejam kemudian berhasil dipadamkan. Lokasi kebakaran yang berada 100 meter dari jalan raya Cicaheum-Ujungberung dan berhadapan dengan Masjid Ar Rohman itu sempat membuat warga sekitar panik. Pasalnya lokasi pabrik yang terbakar memiliki jarak yang sangat dekat dengan perkampungan padat.
Untungnya, kebakaran tersebut segera diketahui warga. Terlebih sebagian warga masih berada di masjid setelah menjalankan salat magrib berjamaah. Warga pun segera bergotong royong memadamkan api dengan air seadanya. Beberapa menit kemudian tim pemadam kebakaran berikut armadanya dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung sudah berada di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
"Untungnya warga segera berusaha memadamkan api, dan petugas pemadam kebakaran juga cepat datang, sehingga api tidak menyambar ke rumah warga lainnya. Selain itu juga kami bersyukur tidak ada korban jiwa," kata Asep Mulyana, Ketua RW 04 saat ditemui Tribun di lokasi peristiwa kebakaran, Sabtu (10/5).
Dikatakannya yang terbakar itu merupakan rumah sekaligus gudang dan pabrik kerupuk milik Ujang (45). Dia adalah penerus usaha bapaknya, H Rohaman yang sudah membuka pabrik kerupuk Mirasa sejak puluhan tahun silam. "Ini baru pertama kali kejadian kebakaran. Selama puluhan tahun tidak pernah kejadian seperti ini," katanya lagi.
Ditanya soal penyebab kebakaran, diakui Asep, hingga sekarang ini masih sedang diselidiki. Namun berdasarkan keterangan sementara diketahuinya, api berasal dari tungku penggorengan kerupuk. "Sesuai informasi yang saya peroleh, api berasal dari tungku penggorengan dan kerugiannya ditaksir Rp 500 juta lebih," katanya.
Sementara itu Kapolsek Arcamanik, Kompol I Ketut Adi Purnama, yang berada di lokasi kejadian, mengatakan kerugian materi saat ini masih diinvetarisir oleh pemilik pabrik. "Begitu mendangar informasi, kami langsung terjun ke lapangan untuk mengamankan lokasi dari hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. (ddh)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140420_095733_kebakaran-on-fire.jpg)