Kamis, 9 April 2026

Anggota Brimob Polda Kepri Tembak Dua Nelayan Asal Pulau Kasu

Dua warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, masing-masing Imar (23) dan Tarmizi alias Tocik (30), ditembak oknum Brimob Polda Kepri.

Editor: Sugiyarto
tribun batam
Sejumlah warga dan nelayan melakukan orasi di dalam PT. Batamitra Sejatera (BMS) Shipyard untuk menutut pelaku penembakan kepada dua rekannya, Kamis (17/7/2014). 
Laporan Wartawan Tribun Batam, Zabur Aanjasfianto

TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Dua warga Pulau Kasu, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, masing-masing Imar (23) dan Tarmizi alias Tocik (30), ditembak oknum Brimob Polda Kepri.

Mereka ditembak di kawasan PT. Batamitra Sejatera (BMS) Shipyard, saat menyelam mengambil sisa besi atau besi tua di dasar laut, Kamis (17/7/2014) pagi.

Penembakan terhadap dua orang warga Pulau Kasu yang juga merupakan nelayan, terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Kedua warga ini sedang melakukan penyelaman besi yang terbuang ke laut.

Akibat penembakan itu, Tarmizi mengalami luka di bagian lutut dan paha sebelah kanan. Sedangkan Imar mengalami luka di bagian punggung.

Saat ini, kedua korban sedang menjalani perawatan di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Kota Batam.

Sejumlah nelayan yang berasal dari Pulau Kasu dan Tanjunguncang mendatangi PT. BMS Shipyard Batam.

Mereka mempertanyakan kabar mengenai penembakan terhadap nelayan yang sedang mencari besi sisa buangan di laut.

Kedatangan nelayan ini dijaga ketat oleh puluhan personel polisi. Nelayan yang mendatangi perusahan tersebut juga melakukan aksi unjuk rasa di dalam perusahaan.

Tarmizi, salah satu nelayan yang menjadi korban penembakan Brimob ditemui di RSUD Embung Fatimah, Kamis (17/7/2014) pagi. Dia menyampaikan setiap hari mereka kerja mencari besi yang terbuang di laut.

Pagi sekitar pukul 6.30 WIB, Tarmizi bersama dua rekannya yakni Imar dan Marzuki menggunakan boat pancung dari Pulau Kasu menuju perairan Tanjunguncang, tepatnya di kawasan galangan kapal.

Saat Marzuki menyelam, Tarmizi dan Imar berada di atas boat pancung. Saat itu oknum aparat yang berjaga di PT. BMS mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali.

"Kami belum sempat pergi, sudah ditembak. Saya kena di paha dan lutut. Sedangkan Imar di punggung," katanya.

Terpisah, Ketua Pemuda Hinterland Tuah Sakti, Muhammad Rahim, mengatakan kasus kekerasan terhadap nelayan maupun warga pencari besi sisa yang sudah dibuang ke laut sudah berulang kali terjadi yang dilakukan oleh sekurity maupun oknum Brimob yang ada di PT. BMS.

"Kasus penembakan ini, sangat tidak bisa kami terima. Kami mau PT. BMS ini ditutup dan Ahok diadili seadil-adilnya," kata dia, saat mendatangi lokasi PT. BMS di Tanjunguncang.

Menurutnya, Kedua warga Pulau Kasu ini sedang melakukan penyelaman besi yang terbuang ke laut. Akibat penembakan itu, keduanya mendapatkan perawatan di IGD RSUD Embung Fatimah, Batam.

"Kami belum tahu, peluru yang mengenai kedua korban aktif atau karet. Tetapi, kondisinya mengalami luka akibat kena tembakan," kata Muhammad Rahim.

Sampai dengan saat ini warga yang mendatangi PT BMS masih bingung dengan prosedur pengamanan yang digunakan perusahaan tersebut.

Terlebih dengan adanya insiden penembakan terhadap warga yang melakukan penyelaman di luar lokasi PT BMS.

"SOP pengamanannya seperti apa. Emang bisa tembak aja," kesal dia.
 
Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved