Kamis, 16 April 2026

Tarif Angkut Motor via KA Jakarta-Madiujn Naik Jadi 500 Ribu

Sebelum ada kenaikan tarif harganya hanya berkisar Rp 350.000 hingga Rp 400.000 per unit.

Editor: Fajar Anjungroso
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pekerja ekspedisi membungkus sepeda motor di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (15/7/2014). Jelang Lebaran, perusahaan ekspedisi mulai kebanjiran order untuk mengirimkan sepeda motor ke kampung halaman mereka dengan tujuan berbagai kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, MADIUN – Pada umumnya pengiriman paketan barang yang menggunakan jasa Kereta Api (KA) di Stasiun Madiun menjelang hari raya Idul Fitri 1435 Hijriyah cenderung mengalami peningkatan. Jika dibandingkan hari normal biasanya, kenaikannya bisa mencapai 75 persen.

Kendati demikian, pengiriman barang yang melalui salah satu jasa ekspedisi pengiriman paket barang di Stasiun Madiun, belum menunjukkan kenaikan signifikan hingga H-8 ini. Bahkan masih cenderung sepi dibandingkan hari libur panjang pada bulan-bulan sebelumnya.

Diduga, hal ini dipicu kenaikan harga sewa tarif gerbong KA yang digunakan untuk mengirim barang itu. Kenaikan itu diberlakukan sejak 1 Juni 2014 kemarin.

"Sepinya masyarakat mengirim paketan barang menjelang lebaran tahun ini, kami perkirakan karena naiknya harga sewa (tarif) gerbong KA yang diberlakukan sejak awal bulan kemarin," terang salah seorang pekerja ekspedisi di Stasiun Madiun, Ari Rusbiantoro kepada Surya, Minggu (20/7/2014).

Lebih jauh Ari menguraikan paket kiriman barang dari Madiun ke sejumlah kota besar diluar Madiun cenderung sangat minim dibandingkan lebaran tahun sebelumnya. Rata-rata yang masih menggunakan jasa pengiriman ekspedisi menggunakan KA adalah para pelanggan tetap.

"Wajar kalau peminat sepi. Karena ada kenaikan pasti memicu gejolak. Kemungkinan kemahalan. Otomatis pelanggan sebagian pindah dan masih ada yang tetap menggunakan jasa kami. Karena tarif naik, kami menyesuaian kontrak dengan PT KAI itu. Dampaknya, tarif layanan kami meyesuaikan," imbuhnya.

Ari menguraikan untuk pengiriman sepeda motor jenis bebek dari Madiun ke Jakarta misalnya. Sebelum ada kenaikan tarif harganya hanya berkisar Rp 350.000 hingga Rp 400.000 per unit. Paska ada kenaikan tarif, terutama saat menjelang lebaran, tarifnya naik menjadi Rp 500.000 per unit. Sedangkan untuk jenis motor besar, tarif pengiriman bisa menembus Rp 800.000 per unit.

"Kalau konveksi, parcel lebaran maupun meubel, tarif pengiriman dihitung berdasarkan berat barang. Yakni 10 kilogram dipatok antara Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per unit. Kan kenaikan itu sudah mencapai sekitar 20 persenan," tegasnya.

Sementara meski jumlah pengiriman barang dari Madiun ke sejumlah kota besar diluar Madiun, cenderung masih sepi peminat, akan tetapi, jumlah barang yang diterima dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, Cirebon dan Purwokerto ke Madiun saat ini cenderung mengalami kenaikan.

"Rata-rata pengirimannya jenis konveksi yang meningkat. Beruntung kami masih menerima jasa pelayanan barang dari kota-kota besar lainnya. Sehingga geliat usaha masih ada," urainya.

Sementara, Ny Wijayanti salah satu pelanggan yang hendak mengambil barang kiriman dari Jakarta mengaku masih suka menggunakan jasa kiriman menggunakan KA untuk pakaian yang dibelinya dari Jakarta. "Selain cepat, dipastikan barang akan sampai tepat waktu dibandingkan melalui transportasi darat lainnya," pungkasnya.

Sumber: Surya
Tags
kereta api
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved