Mantan Gubernur Aceh Kantongi Sertifikat Penerbang Pesawat Tempur
Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf resmi memiliki sertifikat sebagai penerbang dengan kriteria single engine land, Penerbang pesawat tempur.
TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf resmi memiliki sertifikat sebagai penerbang dengan kriteria single engine land, artinya bisa menerbangkan pesawat tempur.
Single engine land merupakan pesawat bermesin tunggal seperti pesawat dengan badan kecil, pesawat latih, dan pesawat jet tempur.
Dalam rilis yang dikirim Irwandi Yusuf kepada Serambi kemarin dijelaskan bahwa sertifikat atau SIM penerbang bagi Irwandi dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan RI yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Ir Muzaffar Ismail pada 1 Juli 2014.
Sertifkat untuk Irwandi itu baru dia terima pada hari Selasa, 22 Juli 2014 di Akademi Pilot Bandung.
“Tugas saya sebagai siswa sudah selesai. Saya harap semakin banyak anak Aceh yang nantinya jadi penerbang,” harap Irwandi setelah menerima izin penerbang di Akademi Pilot Bandung.
Irwandi merupakan siswa paling tua di akademi pilot tersebut. Mantan gubernur Aceh yang lahir 2 Agustus 1960 ini sangat bersemangat menjalani pendidikan selama hampir 6 bulan. Ia juga akrab dengan sejumlah kadet di sekolah pilot itu.
Beberapa siswa bahkan sering menyapanya dengan panggilan Boss, lebih banyak menyapa Om. Keseluruhan mereka terlihat sangat menghormati mantan gubernur Aceh itu.
“Bila saya saja masih bisa, kalian musti lebih bersemangat,” kata Irwandi kepada sejumlah adik kelasnya yang masih menjalani pendidikan di akademi penerbang Bandung.
Irwandi berharap suatu saat Aceh memiliki banyak pilot penerbang, terutama anak-anak muda Aceh yang kini masih menjalani pendidikan di lembaga pendidikan di Aceh.
Kesungguhan Irwandi menguasai dunia kedirgantaraan sudah ia tekuni sejak menjabat Gubernur Aceh. Serambi sudah beberapa kali memberitakan bahwa lelaki utama di Partai Nasional Aceh (PNA) ini menerbangkan pesawat.
Bahkan, sejumlah staf Gubernur Irwandi pernah dibuat gelisah saat mengetahuai pesawat yang mereka tumpangi dari Bandara Cut Ali, Aceh Selatan, menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar ternyata dipiloti Irwandi Yusuf.
Beberapa kali pesawat menukik tajam menyusuri bukit-bukit di kawasan barat selatan Aceh. “Alhamdulillah, semua pesawat boleh saya terbangkan sekarang,” kata Irwandi kepada Serambi tadi malam.
Ia mengatakan, motivasi menjadi seorang pilot untuk menyalurkan bakat dan tidak terbang ilegal. Sebab selama ini, katanya, ia sering menerbangkan pesawat apalagi semasa menjabat Gubernur Aceh.
Suami Darwati A Gani ini juga menegaskan motivasinya mengikuti sekolah pilot di Bandung, Jawa Barat, agar istilah post-power syndrom tidak diidapanya.
“Kan biasa orang habis kekuasaan ada post-power syndrom, kalau saya justru post-power hobby. Jadi, saya menikmati hidup setelah tidak berkuasa, salah satunya ya menjadi pilot,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140724_194551_mantan-gubernur-aceh-irwandi-yusuf.jpg)