Mayat Bayi Jadi Santapan Biawak di Ponorogo
Penemuan bayi dalam kondisi mengenaskan karena sudah membusuk dan dimakan biawak menggemparkan warga Desa Kunti dan Desa Ketonggo, Ponorogo
TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO- Penemuan bayi dalam kondisi mengenaskan karena sudah membusuk dan dimakan biawak menggemparkan warga Desa Kunti dan Desa Ketonggo, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo.
Bayi malang tersebut ditemukan pertama kali oleh anak-anak saat sedang bermain di atas jembatan yang mebelah kedua desa tersebut.
Usai olah tempat kejadian pekara (TKP), tim medis dan polisi membawa bangkai bayi ke kamar mayat RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo untuk divisum.
Awalnya sejumlah anak yang bermain di atas jembatan tersebut melihat ada seekor biawak besar sedang membawa lari mangsanya.
Mereka mengira bangkai dimangsa biawak itu adalah bangkai kucing. Namun setelah dicermati bangkai itu adalah jasad bayi. Akhirnya mereka berteriak dan teriakan mereka didengar pamong desa.
"Kami menduga bayi dibuang orang tuanya di bawah jembatan Dusun Ngemplak, Desa Kunti, Kecamatan Bungkal. Kasus kami laporkan ke tim Identifikasi Polres Ponorogo untuk ditindaklanjuti," terang Kapolsek Bungkal, AKP Supardi, Rabu (30/7/2014).
Bayi yang diperkirakan berusia lebih dari tujuh bulan kehamilan itu berjenis kelamin laki-laki panjang sekitar 45 sentimeter.
Kondisi bayi, selain sudah membusuk, sebagian tubuhnya telah tercabik-cabik binatang buas (biawak). Tempurung kepala bayi tak berdosa ini bahkan sudah terpisah dari tubuhnya.
"Dugaan sementara, bayi yang tidak diinginkan kehadirannya sengaja dibunuh dan dikubur di bawah jembatan. Kami menemukan bekas galian dengan kedalaman 20 sentimer di sekitar lokasi. Karena lokasi sungai kering berpasir sehingga pembuatan lubangnya tidak menggunakan cangkul," imbuh AKP Supardi.
Petugas medis Puskesmas Bungkal, Agus Mujiono memperkirakan bayi dibunuh sekitar 5 hingga 7 hari sebelum ditemukan.
"Bayi diperkirakan telah dikuburkan sekitar sepekan sebelum ditemukan," ungkapnya.
Polisi kini memburu pelaku pembunuhan dengan melakukan pengecekan data orang melahirkan baik di rumah sakit maupun di tempat persalinan serta meminta semua perangkat dan kepala desa di sekitar lokasi kejadian menyampaikan jika ada warganya yang hamil tua dan tiba-tiba perutnya mengecil.
"Kami tetap masih menyelidiki dan pendekatan ke beberapa perangkat desa terdekat agar kasus ini terbongkar," pungkas Kapolsek Bungkal AKP Supardi.