Breaking News:

Permintaan Kartu Kuning di Magelang Naik 200 Persen

Jumlah pencari kartu yang biasa disebut dengan kartu kuning tersebut meningkat 200 persen dari hari biasa.

/Theo Rizky
Sejumlah warga mengantre untuk membuat kartu pencari kerja atau kartu kuning di Kantor Dinas Tenaga Kerja Pekanbaru, Jumat (6/9). Dalam seminggu terakhir, pembuat kartu kuning membludak hingga 200 orang per harinya dan kebanyakan para pembuat akan menggunakannya untuk keperluan mengikuti seleksi penerimaan CPNS. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNNEWS.COM,MAGELANG - Usai lebaran, permintaan kartu kuning kian meningkat.

Erma Damayanti (18) tampak sibuk membolak-balik isi dalam map kuningnya di Kantor Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) Kabupaten Magelang, Senin (4/8).

Warga Dusun Nglempong, Desa Semen, Kecamatan Salam ini, juga sangat seksama memperhatikan petugas yang menerima berkas data dirinya.

Erma merupakan satu di antara puluhan pencari kartu tanda pencari kerja atau AK 1 yang mengantre di Disnakersostrans setempat.

Jumlah pencari kartu yang biasa disebut dengan kartu kuning tersebut meningkat 200 persen dari hari biasa.

Kebanyakan para pencari kartu ini akan mempergunakannya untuk mencari kerja di Jakarta dan luar daerah.

Erma mengaku baru pertama kalinya mengurus kartu kuning. Dia akan mempergunakannya sebagai syarat untuk melamar pekerjaan di Ibu Kota.

Meski pekerjaan itu belum tentu didapatkan, namun dia mengaku sudah membawa bekal dengan kartu kuning itu di tangannya.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved