Rabu, 21 Januari 2026

Usai Sholat Maghrib Kapten Kapal Java Bonitos Mendapati Api Menyala

Supriyadi (47) baru saja menunaikan Sholat Maghrib ketika mendadak mendapati api menyala

Editor: Budi Prasetyo
Bangka Post
ilustrasi kapal terbakar 

TRIBUNEWS.COM.TOBOALI - Supriyadi (47) baru saja menunaikan Sholat Maghrib ketika mendadak mendapati api menyala di atas Kapal Tanker MT Java Bonitos, Jumat (15/8/2014) sekitar pukul 18.30 WIB.

Pria yang menjadi kapten Java Bonitos itu juga mendengar suara ledakan dari arah kamar mesin. Supriyadi bergegas memimpin proses evakuasi seluruh awak dan menjadi orang terakhir yang melompat dari atas tanker yang mengangkut bahan baku minyak berkualitas tinggi ini.

Java Bonitos yang mengangkut 16 ribu barel kondensat, bahan baku untuk bahan bakar minyak, mengalami kebakaran sewaktu melintasi perairan Bangka Selatan pada Jumat petang. Kapal milik perusahaan Anugerah Jalur Indonesia ini berangkat dari wilayah Plaju, Sumatera Selatan pada Kamis (14/8) sore dan dijadwalkan tiba di tujuan pelayaran, wilayah Anyer, Banten pada Sabtu (16/8).

Tim gabungan Polairud, TNI AL, Basarnas Babel, dan nelayan berhasil mengevakuasi 18 awak kapal dari perairan Bangka Selatan, Sabtu (16/8) sekitar pukul 03.00 WIB.

Seorang awak kapal bernama Yosias Albert Dimu (37) meninggal dalam kejadian ini. Jenazahnya berhasil dievakuasi ke darat. Sementara tiga awak kapal lain belum diketahui keberadaannya hingga Minggu (17/8) malam. Tiga awak kapal juga mengalami luka bakar dan setelah berhasil dievakuasi ke darat segera dibawa menjalani perawatan di Rumah Sakit Bakti Timah, di Pangkalpinang.

Pada proses pencarian korban Minggu ( 17/8), sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, Tim Gabungan Basarnas hanya menemukan life craft, sejenis rakit penyelamat berwarna hitam di perairan Bangka Selatan.

Kepala Seksi Operasional Badan SAR Nasional Wilayah Babel, Andri mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian sambil menunggu istruksi Kepala Kantor Basarnas Babel Joni Superiyadi.

"Sesuai Standar Operasi Pekerjaan (SOP) Basarnas selama 7 hari kita lakukan penyisiran dan pencarian korban," ungkapnya kemarin.

Dalam kondisi lemas dan pucat kapten kapal, Supriyadi, yang berhasil diselamatkan ke darat masih sempat memberi informasi kronologis kejadian kepada Kapolres Bangka Selatan AKBP Indra serta anggota TNI AL, Sabtu (16/8) pagi sekitar pukul 05.00 Wib.

Supriyadi ingat kebakaran di kapal terjadi begitu cepat. Belum ada yang bisa memastikan dari mana asal munculnya api pada Jumat petang itu. Kapten kapal yang berasal dari Jawa Tengah ini mendengar tiga kali ledakan dari arah bagian bawah mesin kapal saat terbakar.

"Saat saya masuk ke bagian mesin semua sudah penuh asap tebal tidak terlihat apapun lagi. Asap tebal juga menyelimuti bagian kapal. Melihat saja tidak bisa. Sebelum itu saya sedang di bagian atas dek kapal, usai melaksakan salat maghrib bersama kepala bagian mesin," tutur Supriyadi.

Kebakaran melanda MT Java Bonitos di wilayah tanda perairan lampu merah dan hijau, sebelum perairan Pulau Maspari, di Selat Bangka. Supriyadi segera memerintahkan seluruh awak kapal menyelamatkan diri. Sesudah memastikan anak buahnya melompat ke laut barulah Supriyadi meninggalkan Java Bonitos.

"Saya mengumpulkan ABK di belakang dan terakhir saya yang terjun ke perairan. Sempat  terapung-apung sekitar 30 menit lalu ditolong kapal nelayan. Sesudah diselamatkan nelayan, kami sempat berputar-putar mencari ABK lain, tapi tidak dapat menemukan tiga orang," kata sang kapten.

Adi (37), awak Kapal Java Bonitos, mengatakan tiga temannya yang berusaha memadamkan kebakaran ketika api mulai menyala di bagian mesin kapal mengalami luka bakar. Lelaki yang telah enam kali berlayar di atas kapal pengangkut minyak ini mendengar  perintah dari kapten kapalnya untuk meloncat ke laut.

"Kami dikumpulkan di bagian belakang kapal lalu semua ABK disuruh loncat dan kapten yang terakhir. Kalau yang meninggal itu sepertinya bukan karena terbakar atau ledakan sebab tidak ada luka bakar. Kemungkinan saat meloncat ke perairan," ujarnya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved