Breaking News:

Pembatasan BBM Bersubsidi

Ngaku Gaji Kurang, Tapi Ada Bus Mini di Rumahnya

Kepada polisi Magelang yang memeriksanya, Pratikno mengaku dia terpaksa menyedot BBM bersubsidi jatah dua SPBU di Magelang

Agung Ismiyanto
Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) 44.565.02 Borobudur, Kabupaten Magelang ditutup sementara sejak Rabu (13/8) kemarin. Penutupan sementara ini, karena SPBU Borobudur dinilai PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Tengah dan DIY telah melakukan pelanggaran berat terkait dugaan pencurian BBM. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto dan Santo Aribowo

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Pratikno adalah nama sopir truk tangki BBM Pertamina yang awal bulan lalu diciduk gara-gara "kencing" di tengah jalan. Hasil "kencingnya" dijual ke SPBU Borobudur. Pompa bensin nakal itu kini ditutup oleh Pertamina.

Kepada polisi Magelang yang memeriksanya, Pratikno mengaku dia terpaksa menyedot BBM bersubsidi jatah dua SPBU di Magelang, dan menjualnya karena kepepet kebutuhan keluarga. Gajinya sebagai sopir truk tangki Pertamina dirasa kurang.

Meski polisi menangkapnya, kasus ini menguap karena kasusnya dilepas setelah pelapor, yaitu M Helmi, pemilik SPBU Salaman mencabut laporan. Padahal jelas-jelas aksi Pratikno ini pencurian, dan diduga sudah berlangsung lama.

Penelusuran ke rumah Pratikno di Minggir, Sleman, menemukan petunjuk berbeda. Pria ini tampak tidak hidup kekurangan. Di belakang rumahnya ada garasi besar yang bisa muat 2 hingga 3 bus mini.

Saat disambangi, satu unit bus mini terparkir gagah di garasi yang mirip hanggar ini. Pratikno menampik menjawab pertanyaan Tribun tentang kasus dan modus aksinya selama ini. Ia mengaku ingin memulai kehidupan baru.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved