Rabu, 8 April 2026

Tarif Listrik Naik, Pendapatan PLN Jatim Tumbuh 15 Persen

“Jelas ada pertumbuhan pendapatan dari kenaikan TTL tahun ini. Bila di tahun lalu sekitar Rp 24 triliun, di tahun ini kami perkirakan bisa meningkat

kaskus
ILUSTRASI : Layangan tersangkut di kabel jaringan listrik PLN 

TRIBUNNEWS.COM,SURABAYA – PT PLN Area Distribusi Jatim, memperkirakan pendapatan mereka di tahun ini ada di kisaran Rp 28 triliun, atau naik 15,38 persen dari tahun lalu.

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Area Distribusi Jatim, Arkad Matulu mengatakan, kenaikan pendapatan itu sebagai imbas dari kenaikan tarif tenaga listrik (TTL), yang diterapkan PLN di tahun ini.

“Jelas ada pertumbuhan pendapatan dari kenaikan TTL tahun ini. Bila di tahun lalu sekitar Rp 24 triliun, di tahun ini kami perkirakan bisa meningkat hingga Rp 28 triliun,” ujar Arkad, ditemui Kamis (28/8/2014).

PLN sendiri memastikan akan kembali menaikkan TTL pada bulan September besok.

Kenaikan yang didasari Peraturan Menteri ESDM RI nomor 19/2014 tanggal 30 Juni 2014, dimana kenaikan akan diberlakukan setiap dua bulan sekali hingga tarif akan mencapai harga keekonomian di akhir 2014.

Adapun kenaikan pada September mendatang diberlakukan untuk golongan tarif rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500 VA hingga 5.500 VA, golongan tarif bisnis-2 (B-2) dengan  daya 6.600 VA hingga 200 kVA, dan golongan bisnis 3 (B-3) dengan daya diatas 200 kVA.

Kenaikan juga diberlakukan untuk industri nongo public dengan daya diatas 200 kVA dan golongan tarif pemerintah diatas 200 kVA.

“Untuk R1, dengan daya 1.300 VA, kenaikan dari tarif Rp1.090 per kWh menjadi Rp1.214 per kWh, R2 daya 2.200 VA dari tarif Rp1.109 per kWh menjadi Rp1.224 per kWh, R2 daya 3.500 VA hingga 5.500 VA dari Rp1.200 per kWh menjadi Rp1.279 per kWh,” terang Arkad.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved