Sabtu, 6 Juni 2026

Angklung dari Desa Cigugur? Ada Pendi di Sana

Sanggar Angklung Lumbu, begitu yang tertera dalam sebuah spanduk di dalam sebuah sanggar sederhana yang bagian tepinya dipagari oleh rangkaian bambu

Tayang:
Editor: Gusti Sawabi
KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI
Pendi sedang memainkan angklung di Sanggar Angklung miliknya 

Kalau sudah mendapatkan bambu yang diyakininya mempunyai kualitas yang baik, saat itu lah Pendi mulai eksekusi bambu-bambu ini menjadi angklung yang bersuara indah. “Kalau materialnya baik, angklung ini bisa tahan lama sekali. Hingga 80 tahun juga pasti tidak akan rusak,” ungkapnya.

Saat ini angklung-angklung Pendi banyak dipesan oleh instansi pendidikan di Jakarta, Bandung, Cirebon hingga kawasan Kabupaten Kuningan sendiri. Bahkan seiring perkembangannya, kini ia tak hanya membuat angklung tetapi juga alat musik tradisional lainnya yang berbahan material sama. Diantaranya, Suling sunda, suling datonis, calung dan juga arumba. Pintar-pintar ia memanfaatkan sisa materialnya.

“Tiap batang bambu jangan sampai ada yang terbuang. Yang biasa dipakai sebagai material kan dari mulai tengah ke atas, bawahnya bisa kita jual kembali untuk yang membutuhkan pembangunan rumah ataupun untuk bahan bakar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved