Liputan Khusus dari Aceh
Batu Geliga Landak Diincar Pasar Luar Negeri
ATU geliga yang berada dalam tubuh landak tidak hanya menarik perhatian pengusaha lokal. Namun tak sedikit para pembeli datang dari luar Aceh
TRIBUNNEWS.COM - BATU geliga yang berada dalam tubuh landak tidak hanya menarik perhatian pengusaha lokal. Namun tak sedikit para pengincar atau pembeli datang dari luar Aceh, seperti Sumatera Utara atau Pekanbaru, Riau.
Bahkan konon kemilau geliga di Subulussalam dan Aceh singkil sudah merambah ke pasar mancanegara Malaysia dan Singapura.
Berdasarkan informasi, batu landak dari Aceh Singkil juga dijual ke Tiongkok melalui Medan, Sumatera Utara, lalu Malaysia. Pemilik batu landak tidak perlu repot menjual. Pembeli akan datang sendiri begitu mengetahui ada stok.
Dalam bahasa Singkil-Subulussalam landak disebut dukhin. Biasanya tidak semua landak memiliki batu. Menurut para petani, salah satu ciri landak berbatu geliga adalah jika dipegang dalam waktu 5-10 menit, maka lidah akan terasa pahit.
Mengenai hal ini memang masih kontroversi. Namun, seorang petani, Usmar kepada Serambi menuturkan saat ia tengah berkebun pernah menangkap landak yang memangsa tanamannya.
Kala itu, informasi batu landak memang sudah mulai tersiar walau belum seheboh saat ini. Karena penasaran dengan batu landak yang berharga, Usmar pun langsung menyembelih dan membelah isi perut hewan itu.
Saat dibedah, dia menemukan segumpalan daging sebesar telur itik. Gumpalan itu pun dibelah untuk mencari batu yang disebut geliga namun tidak ditemukan.
Sehingga Usmar meninggalkan gumpalan yang sebenarnya merupakan geliga landak. Usai membedah daging landak itu, kemudian dia merasakan pahit pada bagian lidah dan mengira akan demam.
Usmar yang merasakan lidahnya mulai pahit seperti meriang pulang ke rumah dan membeli obat di warung karena khawatir terkena malaria.
“Belakangan saya baru sadar setelah banyak yang mengatakan kalau gumpalan yang saya pegang dan bedah adalah batu landak. Waktu itu saya tidak mengerti, saya pikir batunya keras betulan taunya hanya endapan. Makanya lidah saya pahit. Itulah kalau belum ada rezeki,” cerita Usmar yang telah dua kali kehilangan kesempatan emas.(lid)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140901_193829_batu-geliga-landak.jpg)