Tiga TKI Sukabumi di Malaysia Kini Sulit Dihubungi
Nasib tiga tenaga kerja asal Indonesia (TKI) Kabupaten Sukabumi yang diduga menjadi korban penyekapan di tempat kerjanya di Malaysia, kian tak jelas.
TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Nasib tiga tenaga kerja asal Indonesia (TKI) Kabupaten Sukabumi, yakni Egi Gunawan (19), Indra Herdiana (19), dan Anih Nurhayati (38), yang diduga menjadi korban penyekapan di tempat kerjanya di Malaysia, kian tak jelas. Sebab ketiga TKI tersebut seolah berada di bawah tekanan ketika melakukan komunikasi terakhir dengan Forum Wanita Afada (Forwa) Sukabumi dan keluarganya.
Ketua Forwa Sukabumi, Elis Nurbaeti, mengatakan, kontak terakhir dengan salah seorang TKI asal Kabupaten Sukabumi itu dilakukan Jumat (5/9/2014) malam. Setelah itu tak ada lagi komunikasi yang dilakukan TKI asal Kabupaten Sukabumi sampai Sabtu (6/9/2014) malam.
"Bahkan ponselnya sudah mati tidak bisa lagi dihubungi," kata Elis ketika dihubungi Tribun Jabar (Tribunnews.com Network) melalui sambungan telepon, Minggu (7/9/2014).
Elis yang juga menjabat Wakil Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sukabumi ini mengatakan, ketiga TKI asal Kabupaten Sukabumi terkesan ketakutan dengan kondisi terakhir mereka. Hal yang sama juga dirasakan keluarganya ketika melakukan komunikasi dengan ketiga TKI tersebut.
"Awalnya mereka sudah sangat ingin sekali pulang. Bahkan hendak kabur karena ada yang mau menolong dengan membayar sejumlah uang. Tapi kami tahan karena paspor mereka ditahan oleh majikannya," kata Elis.
Akan tetapi, lanjut Elis, niatan ketiga TKI asal Sukabumi itu untuk pulang sirna seolah ada yang menahan. Tak pasti apa yang membuat mengurungkan dan menahan mereka untuk kembali ke kediamannya di RT 4/1 Kampung Asgora, Desa Nyangkoek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi itu.
"Kami sendiri tidak tahu dan kami menghubungi keluarganya katanya juga takut dan heran dengan hal ini. Sementara kami sulit menghubungi mereka kembali termasuk juga keluarganya juga," kata Elis.
Meski demikian, lanjut Elis, pihaknya akan mencoba memulangkan ketiganya dari tempat kerjanya. Jaringan yang ada di Malaysia akan melakukan penelusuran terlebih dulu. Dikhawatirkan ketiga TKI asal Kabupaten Sukabumi itu dipindahkan.
"Awalnya kami akan tetap mencoba dan melakukan komunikasi karena tidak bisa menolong mereka tanpa mengetahui posisi mereka saat ini. Kami menelusuri dulu kondisi dan tempatnya seperti apa," kata Elis.
Diberitakan sebelumnya, ketiga TKI asal Kabupatn Sukabumi itu bekerja di home industri atau pabrik mi milik warga keturunan. Awalnya ketiga TKI asal Kabupaten Sukabumi itu tidak berprasangka buruk terhadap tempat kerjanya. Namun mereka mulai khawatir dengan nasib mereka kedepannya setelah mendapatkan cerita dan informasi dari TKI lainnya yang sudah bekerja di tempat itu lebih dulu.
Ada sejumlah TKI yang sudah bekerja selama bertahun-tahun, namun belum mendapatkan haknya. Diperkirakan ada sembilan TKI lainnya yang juga bekerja di pabrik itu. Ada TKI asal Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor. Namun hal tersebut belum bisa dipastikan lantaran baru sekedar informasi yang didapat dari komunikasi antara Forwa Kabupaten Sukabumi dan tiga TKI asal Kabupaten Sukabumi. (cis)