Pramugari Garuda Meninggal Misterius di Hotel Clarion Makassar
Pramugari maskapai Garuda Indonesia, Hermin Trisulawati ditemukan meninggal dunia di kamar 567 Hotel Grand Clarion
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR – Pramugari maskapai Garuda Indonesia, Hermin Trisulawati (bukan Helin, seperti diberitakan sebelumnya) ditemukan meninggal dunia di kamar 567, lantai lima, Hotel Grand Clarion, Jl Andi Pangerang Petta Rani, Makassar, Jumat (12/9/2014), sekitar pukul 14.30 wita.
Di maskapai terbaik dunia itu, almarhumah adalah supervisor pramugari.
Polisi dari Polrestabes Makassar mengirimkan kronologis kejadian kepada tribun-timur.com.
Sebelum meninggal dunia, menurut tiga saksi dari karyawan hotel, Hermin tidur dan meminta dibangunkan pada pukul 14.00.
Saksi Cecep (deputy manager), Ambo Tuo (front office), Jeky (executive assistan manager). Permintaan itu disampaikan kepada resepsionis hotel.
Tiba waktunya, petugas hotel pun menelepon ke kamar agar Hermin bangun. Telepon terus berbunyi, namun tidak diangkat.
Beberapa menit kemudian, petugas hotel mendatangi kamar 567. Pintu diketuk, namun tak dibuka. Akhirnya didobrak.
Hermin ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada pukul 14.30. Manajemen hotel lalu melapor ke polisi.
Jenazah selanjutnya dibawa ke RS Grestelina, Jl Hertasning, Makassar, pada pukul 17.30 wita, untuk diotopsi.
Rencananya jenazah akan diterbangkan ke Jakarta. Almarhumah tinggal di perumahan Harapan Regency Babelan blok D6, nomor 10, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi, Jakarta Barat.
Pewarta foto Tribun Timur, Sanovra sempat mengabadikan foto Hermin yang berusia 52 tahun saat tiba di Hotel Clarion, Kamis (11/9/2012) siang. Saat itu sedang menenteng koper.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140912_212849_pramugari-garuda-meninggal-di-hotel-clarion.jpg)