Jumat, 29 Agustus 2025

Kebakaran Terbesar Ke-3 di Unhas

Kebakaran lima jam itu, adalah kebakaran terbesar ketiga dalam 22 tahun terakhir.

Editor: Budi Prasetyo
mariposacounty
Ilustrasi pemadam kebakaran 

 Mahasiswa Pertanian dan Peternakan Kuliah di Gedung Pascasarjana 

TRIBUNNEWS.COM.MAKASSAR, -- Kebakaran hebat yang meludeskan Gedung Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kampus Tamalanrea, Makassar,  Sabtu (4/10/2014) dini hari, menghanguskan 3 lantai di Fakulrtas Petanian dan sebagian Fakultas Peternakan.

Kebakaran lima jam itu, adalah kebakaran terbesar ketiga dalam 22 tahun terakhir.

Kebakaran terakhir terjadi lima tahun lalu, 2009. Laboratorium Fakultas Farmasi dan sebagian ruang perkuliahan hangus dilalap api.

Kebakaran terhebat yang pernah melanda Kampus Merah di timur kota itu, terjadi 16 September 1992. 

Kebakaran akibat bentrok antar mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Sosial Politik (Sospol) itu menghanguskan sekitar 42 mesin gambar di laboratoroium Teknik Perkapalan Unhas, dan menjadi titik paling kelam dalam sejarah bentrok di kampus terbesar di timur Indonesia itu.

Rektor Unhas) Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, kepada Tribun, Minggu (5/10) memastikan proses perkuliahan di Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan akan terus dilanjutkan.

"Kita berduka, tapi kebakaran tidak boleh menghentikan proses perkualiahan," katanya menjelaskan relokasi sementara ruang perkuliahan dua fakultas itu ke gedung Program Pasca Sarjana (PPS) Unhas, atau sekitar 50 meter dari gedung yang terbakar.

Ruang perkuliahan dan labolatorium di Fakultas Farmasi, yang terbakar tahun 2009 lalu, juga akan dijadikan alternatif ruang kuliah sementara, hingga rampungnya renovasi total ruang kuliahm hingga akhir tahun mendatang.

Kebakaran di kampus yang beralamatkan di KM 10 Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea itu menghanguskan ruangan dosen dan laboratorium di lantai III. 

Diduga, sumber api berawal dari korsleting di ruangan lantai 3.
Humas Rektorat Unhas Dr Iqbal Sultan mengkonfirmasikan kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir sekitar Rp 7,3 rupiah. 

"Ini belum menghitung sejumlah alat elektronik seperti komputer, LCD, dan berkas berkas milik dosen seperti berkas kenaikan pangkat juga terbakar," katanya.

Pihak rektorat sudah menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki pemicu kebakaran, dan menaksir jumlah kerugian fisik.
usai kebakaran itu, aparat Polsek Tamalanrea mengisolasi lokasi kebakaran dengan memasang police line sambil menunggu Tim Laboratorium Forensik Polri Cabang Makassar yang akan melakukan penyelidikan.

"Kita akan melakukan pengumpulan bukti-bukti dengan mengolah TKP dulu," kata Kasubdit Labfor Polri Cabang Makassar Kompol I Gede Suarthawan.

Sejumlah ruangan yang berada di lantai tiga gedung tersebut pun hangus oleh api. Selain itu, sejumlah ruangan di lantai dua dan satu pun tidak lolos dari amukan di jago merah seperti ruang perkuliahan, ruangan jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Teknologi Pertanian, labolatorium komputer serta labolatorium terpadu Fakultas Pertanian.

Bahkan, tidak hanya gedung Fakultas Pertanian, jurusan Sosial Ekonomi Peternakan yang bersebelahan dengan gedung Fakultas Pertanian juga terkena imbasnya.

"Setelah memantau lokasi kebakaran, saya mengumpulkan seluruh dekan dan meminta kesediaan dan mengatur jadwal sejumlah fakultas untuk saling berbagi ruang perkuliahan maupun labolatorium,,"ujar Prof Dwia.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Imran Samad menyebutkan puluhan anggotanya dengan 12 armadanya dari Posko Ratulangi, Posko Timur dan Posko Barat di KIMA, hilir mudik berjuang memadamkan api sekitar pukul 04.00-06.30 WITA.

Dekan Fakultas Pertanian, Prof Dr Sambungan Baja, merinci beberapa peralatan penunjang penelitian di laboratorium yang sementara berlangsung habis terbakar.

"Kami memohon pada Rektor agar segera ditindaklanjuti dengan pengadaan alat-alat untuk membantu mahasiswa melanjutkan penelitiannya,"  katanya usai mendampingi Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina yang menyempatkan diri untuk melihat langsung gedung yang terbakar. 

Prof Dr Ir Sumbangan Baja MSi mengirakan peristiwa kebakaran terjadi sebelum pukul 03.00 pagi.

Asumsi tersebut didasarkan, pada saat pihak keamanan kampus melaporkan kejadian tersebut, ia langsung menuju lokasi kebakaran sekitar pukul 03.00 pagi dan gedung sudah terbakar dengan api yang cukup besar.

"Untuk memadamkan api, banyak armada pemadam kebakaran yang turun ke lokasi kejadian. Dari Unhas sendiri, menggunakan tiga mobil pemadam kebakarannya,"ujarnya. 

Saat ini petugas dari Labfor Polda Sulselbar dan anggota Polsek Tamalanrea masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan terkait peristiwa kebakaran tersebut.

Prof Dwia menambahkan, saat ini tim forensik masih melakukan perhitungan jumlah kerugian yang dialami Unhas akibat peristiwa kebakaran tersebut. Namun, jumlah kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Pasalnya, salah satu ruangan tervital yang turut terbakar adalah labolatorium terpadu yang digunakan oleh seluruh jurusan yang dibina oleh Fakultas Pertanian.

"Kejadian ini kami akan laporkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Direktorat Pendidikan Tinggi. Sehingga, kami berharap akan mendapat bantuan untuk proses penggantian seluruh peralatan labolatorium maupun proses pembenahan gedung perkuliahan,"jelasnya.
(nit)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan