Minggu, 31 Agustus 2025

Transformasi Sungai Kuantan Riau: Dari Tambang Ilegal ke Arena Pacu Jalur

Sungai Kuantan kembali jernih usai operasi PETI. Pacu Jalur hidup lagi, budaya Melayu dan ekosistem sungai mulai pulih.

Editor: Glery Lazuardi
Tribunnews.com/Taufik Ismail
PACU JALUR - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membuka Festival Pacu Jalur 2025 di Sungai Kuantan, Kuansing, Riau, Rabu (20/8/2025). Perahu tradisional mulai melaju di hadapan ribuan warga yang memadati tepian sungai, banyak di antaranya mengenakan pakaian adat Melayu. 

TRIBUNNEWS.COM - Transformasi Sungai Kuantan, Riau bukan sekadar perubahan warna air. 

Di balik kejernihan yang kini memantul di tepian Narosa, tersimpan jejak panjang tambang ilegal, operasi besar-besaran, dan harapan yang kembali mengalir. 

Aktivitas tambang emas ilegal atau PETI (Penambangan Tanpa Izin) di Sungai Batang Kuantan, Riau, telah lama menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan budaya masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing). 

Sungai yang menjadi urat nadi kehidupan dan simbol budaya Melayu ini sempat tercemar berat akibat praktik tambang liar yang menggunakan alat dompeng dan bahan kimia berbahaya.

Tambang ilegal di Sungai Kuantan mengakibatkan air sungai menjadi keruh, ikan-ikan hilang, dan bebatuan tertutup lumpur, Tradisi Pacu Jalur terganggu karena sungai tidak lagi layak digunakan.

Potensi pencemaran merkuri dan kerusakan lingkungan berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Upaya penertiban PETI dilakukan. 234 unit dompeng dimusnahkan dari 52 titik lokasi PETI di sepanjang aliran Sungai Kuantan.

16 tersangka ditetapkan dari 7 laporan polisi yang diproses. Operasi ini digelar menjelang Festival Pacu Jalur 2025, sebagai bentuk komitmen menjaga sungai tetap steril dari tambang ilegal

Polda Riau mencatat sebanyak 234 unit dompeng telah dimusnahkan dari 52 titik lokasi PETI di sepanjang aliran Sungai Kuantan

Dari tujuh laporan polisi yang diproses, 16 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Operasi ini juga difokuskan di Kuansing menjelang Festival Pacu Jalur, untuk memastikan sungai benar-benar steril dari tambang ilegal

Selain penindakan, Polda Riau juga menyiapkan langkah edukatif dengan memberikan pelatihan alternatif mata pencaharian, seperti pertanian dan peternakan, agar masyarakat tidak lagi bergantung pada aktivitas PETI.

Sungai Batang Kuantan di kawasan Tepian Narosa, Kabupaten Kuantan Singingi, kini kembali jernih setelah lama tercemar akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI). 

Perubahan kondisi ini disambut antusias masyarakat yang setiap sore ramai memanfaatkan tepian sungai untuk berenang, bermain, hingga menikmati panorama matahari terbenam. 

Sungai kini memperlihatkan kejernihan air dan ikan-ikan kecil yang kembali muncul di antara bebatuan, menandakan ekosistem mulai pulih. Kawasan budaya Pacu Jalur yang selama dua dekade terakhir terganggu kini tampak hidup kembali.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyampaikan apresiasi besar kepada Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan jajaran atas keberhasilan operasi pemberantasan PETI. 

Halaman
12
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan