Senin, 4 Mei 2026

Pagi Hari Jarak Pandang di Bandara Tjilik Riwut Hanya Mencapai 250-300 meter

Jarak pandang pagi hari dilandasan pacu Bandara Tjilik Riwut hanya mencapai 250-300 meter terutama pagi hari

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM.PALANGKARAYA - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, hingga Senin (6/10/2014) masih saja tebal. Ini sangat mengganggu, penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.

Jarak pandang (visibility) pagi hari dilandasan pacu Bandara Tjilik Riwut hanya mencapai 250-300 meter terutama pagi hari. Kondisi ini sangat mengganggu penerbangan pagi hari. Bahkan sejak beberapa minggu ini pesawat tidak berani landing pagi hari.

Pantauan di Bandara Tjilik Riwut pagi penerbangan masih sepi. Jikapun ada pesawat merupakan pesawat yang bermalam di bandara.

Selama ini, pesawat yang bermalam di bandara hanyalah pesawat perintis yang melayani rute dalam Kalteng dan pesawat Lion Air yang melayani penerbangan Palangkaraya Jakarta dan Surabaya.

Kabut asap tebal membuat pesawat tidak bisa beroperasi dan terlihat hanya parkir di apron bandara.

Berdasarkan pemantauan prakirawan, Badan Meteorologi Klimatoogi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Bayu Umbaran, pesawat Lion Air masih berani landing bila jarak pandang satu kilometer, sedangkan Garuda bila jarak pandang 1,5 kilometer.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved