Fery Kandas di Pelabuhan Kamal, Penumpang Teriak Istighfar
Mereka kompak berteriak istighfar ketika kapal yang ditumpangi kandas dan miring
TRIBUNNEWS.COM, BANGKALAN - Sedikitnya 50 penumpang kapal fery Gajah Mada milik PT ASDP yang beroperasi di Pelabuhan Ujung - Kamal panik. Mereka kompak berteriak istighfar ketika kapal yang ditumpangi kandas dan miring di pesisir Kampung Kejawan, Desa dan Kecamatan Kamal, 20 meter dari Dermaga III Pelabuhan Kamal, Rabu (8/10/2014).
Wajah para penumpang masih terlihat pucat pasi begitu turun dari perahu motor. Mereka bergegas melintasi geladak Dermaga I Pelabuhan Kamal yang dijadikan jalur evakuasi.
"Kapalnya miring, mengerikan," celetuk ibu paruh baya dengan langkah tergesa-gesa.
Abdul Rosyid (35), penumpang asal Kecamatan Socah mengakatan, para penumpang menanggapi biasa ketika kapal kandas. Namun, mereka mulai gaduh dan membaca istighfar ketika kapal mulai miring ke kanan.
"Semua bersalawat dan istighfar, termasuk saya," tuturnya.
Berdasarkan pengamatan Abdul Rosyid yang setiap hari menggunakan jasa pelabuhan penyeberangan Ujung - Kamal, angin dan arus di Selat Madura kala itu normal. Kapal bergerak normal ketika meninggalkan Pelabuhan Ujung sekitar pukul 11.30 WIB.
Tanda-tanda kapal akan kandas mulai terlihat ketika mendekati Dermaga III Pelabuhan Kamal. Laju kapal tetap saja kencang. "Nahkoda belum juga mengambil haluan tanda masuk ke dermaga. Malah tetap lurus saja. Nahkoda baru sepertinya," katanya.
Sementara itu, Staf Ahli Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Perak, Supeno mengatakan, kecepatan angin siang itu normal dan aman pada kisaran 35 km/jam dari arah timur. "Entah arus bawahnya. Kendati air saat itu surut, bisa jadi arus bawah kuat. Banyak kemungkinan penyebabnya, atau bisa saja human error," singkatnya.
Keterangan berbeda disampaikan Manager Operasional PT ASDP M Choiril. Ia memaparkan, kandasnya kapal fery Gajah Mada itu dikarenakan faktor kecepatan angin hingga menyulitkan nahkoda mengambil haluan menuju dermaga. "Arus bawah juga kuat. Kondisi kapal juga bagus setelah kemaren sempat di-check saat tidak beroperasi," paparnya.
Atas kejadian tersebut, belasan sepeda motor, satu mobil Daihatsu Xenia, satu bus, dan barang bawaan penumpang masih tertahan di atas kapal. Para penumpang bisa mengambil kendaraaannya pada pukul 22.00 saat air kembali pasang. (Ahmad Faisol)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141008_195711_kapal-kandas.jpg)