Di Tengah Sulitnya Cari Kerja, Kisah Difabel Asal Temanggung Ini Bikin Haru
Tika (35), penyandang disabilitas asal Temanggung, Jawa Tengah mendapat kesempatan meskipun berulang kali melamar pekerjaan.
Ringkasan Berita:
- Peluang kerja inklusif bagi penyandang disabilitas tanpa syarat rumit.
- Karyawan difabel merasa dihargai, mendapat fasilitas seperti mess, serta dilibatkan dalam proses produksi.
- Karyawan mendapatkan kesempatan kerja seiring ekspansi pabrik ke berbagai daerah Indonesia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah masih terbatasnya akses pekerjaan bagi penyandang disabilitas, secercah harapan muncul dari sebuah pabrik rokok di Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.
Ketika banyak perusahaan masih memandang keterbatasan sebagai hambatan, pabrik rokok HS justru membuka pintu selebar-lebarnya bagi para difabel untuk berkarya.
Tanpa syarat yang rumit, tanpa tuntutan pengalaman, dan tanpa perlakuan berbeda, perusahaan ini menghadirkan ruang kerja yang inklusif memberi kesempatan bagi mereka yang selama ini kerap tersisih untuk kembali percaya diri dan menata hidup.
Bagi Tika (35), penyandang disabilitas asal Temanggung, Jawa Tengah kesempatan itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Ia mengaku pernah berulang kali melamar pekerjaan ke berbagai tempat, namun selalu gagal.
“Dulu sulit sekali cari kerja. Sudah melamar ke banyak tempat, tapi selalu gagal,” ujarnya.
Harapan itu akhirnya datang saat ia mendengar pabrik rokok HS membuka lowongan khusus bagi penyandang disabilitas. Tanpa proses yang berbelit, Tika diterima dan kini bekerja sebagai karyawan linting.
Di tempat itu, ia tidak merasa berbeda. Bersama puluhan karyawan lainnya, Tika menjalani hari-hari kerja dengan rasa dihargai dan diterima.
“Di sini saya merasa dihargai. Tidak dibedakan. Semua diperlakukan sama,” katanya dengan mata berbinar.
Saat ini, tercatat ada 21 karyawan penyandang disabilitas yang bekerja di pabrik tersebut. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pekerja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam roda produksi perusahaan.
Tak berhenti pada penyediaan lapangan kerja, pihak perusahaan juga memberikan fasilitas tambahan berupa mess atau tempat tinggal gratis bagi karyawan difabel. Fasilitas ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang datang dari luar daerah atau memiliki keterbatasan mobilitas.
“Semoga HS semakin jaya sehingga semakin banyak kawan-kawan disabilitas yang diterima bekerja. Maturnuwun atas kesempatan dan segala fasilitas berupa mess yang diberikan pada kami,” ujar Tenyria Swastika (35), salah satu karyawan lainnya.
CEO Surya Group Holding Company, Muhammad Suryo, menegaskan komitmennya untuk terus membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas. Ia bahkan menyatakan siap menerima pekerja difabel tanpa batas jumlah.
“Saya akan menerima penyandang disabilitas berapapun jumlahnya. Meskipun belum berpengalaman, akan kami terima,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/disabi-di-pabrik.jpg)