Tetangga Korban Pembunuhan Tak Tahu Kariasih Punya Ilmu Hitam
Ia mengaku, hubungan persaudaraan Kariasih dengan Cerita memang tak harmonis.
TRIBUNNEWS.COM, AMLAPURA - Pembunuhan yang sempat mengagetkan warga Desa Lokasari, Kecamatan Sideman hingga kini masih menjadi misteri. Beberapa warga mengaku tak begitu tahu akan duduk perkaranya.
Mengingat rumah korban, Kariasih dan pelaku I Wayan Cerita berdekatan. Beberapa warga juga mengakui tak pernah melihat ada percekcokan di antara keduanya.
Menurut seorang warga yang tak mau menyebutkan identitasnya, ia mengaku, hubungan persaudaraan Kariasih dengan Cerita memang tak harmonis. Ketidakharmonisan ini muncul, saat Cerita ditinggal meninggal oleh istrinya, Ni Wayan Rimpi, tiga tahun yang lalu.
"Kalau berantem belum pernah saya lihat. Kariasih orangnya ramah kok," ujar tetangga Kariasih.
Saat ditanya terkait adanya ilmu hitam jenis "Leak", tetangga korban yang tak mau menyebutkan namanya mengaku tak mengetahui masalah tersebut.
Dia hanya menegaskan, Kariasih adalah wanita yang ramah. Ia juga dianggap wanita pekerja keras, dengan keuletannya, Kariasih mampu menyekolahkan dua anaknya masing-masing, Ni Putu Eka Juniantari dan I Kadek Dedi Erawan.
"Walaupun korban dan pelaku berada dalam satu pekarangan. Tapi mereka berbeda kebanjaran. Kalau Kariasih (korban) mebanjaran di Banjar Lebu Anyar, sedangkan Cerita mebanjaran di Banjar Lebu Gede," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, diduga memiliki ilmu hitam jenis Leak, I Wayan Cerita (53) menghabisi adik iparnya sendiri, Ni Nengah Kariasih (35) di Jalan raya di Dusun Lebu Anyar, Desa Lokasari sekitar pukul 06.00 Wita, Jumat (10/10/2014).
Warga Dusun Lebu Gede, Desa Lokasari, Kecamatan Sideman, Karangasem mengaku menghabisi korban dengan sabit yang biasanya dibawa untuk ke ladang, dengan cara diayunkan beberapa kali ke anggota tubuh korban. Hingga akhirnya korban meninggal di tempat dan kondisi usus terburai.
Pria ini juga mencurigai Kariasih sebagai dalang kematian istrinya pada tiga tahun silam. Kariasih juga memelihara bererong (pesugihan). Di mana, Wayan mengatakan, bererong yang dipelihara Kariasih berwujud kucing putih yang pernah dilihatnya.
Setelah membunuh adik iparnya, dengan rasa bersalah Wayan Cerita mendatangi Polsek Sideman, untuk menyerahkan diri. Sementara korban yang sudah tidak bernyawa dibiarkan tergeletak di jalan.
Ia pun mengaku, pembunuhan ini dilakukan karena rasa dendam yang telah terpendam. Dan pembunuhan yang dilakukannya tersebut, tidak direncanakannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141011_140749_pembunuhan-adik-ipar-di-bali.jpg)