Kemarau Panjang, Mujiono Sulap Truk Pasir Jadi Tangki Air
Musim kemarau berkepanjangan di Kabupaten Klaten, membawa berkah tersendiri bagi Mujiono (38).
Laporan Reporter Tribun Jogja Padhang Pranoto
TRIBUNNEWS.COM, KLATEN - Musim kemarau berkepanjangan di Kabupaten Klaten, membawa berkah tersendiri bagi Mujiono (38). Warga Surowono ini menjadikan kemarau adalah saat untuk banting stir menjadi pengendara truk tangki.
Memiliki modal sebuah tangki ukuran 5000 liter, ia lantas menyulap truk pasirnya menjadi pengangkut air. Hal ini sudah dilakukannya semenjak tiga tahun terakhir.
"Ya seperti ini, kalau musim kemarau saya ganti sebagai supir tangki air. Kalau musim penghujan datang, saya kembali mengangkut pasir. Jadi setiap bulan saya berganti muatan," ujarnya ketika ditemui di umbul (mata air) Kadilajo, Karangnongko, Klaten, Selasa (14/10/2014).
Dalam satu hari dirinya bisa mengangkut paling tidak 15 rit (pulang pergi) yang dihargai Rp 130 ribu untuk setiap tangkinya.
Namun penghasilan tersebut, didasarkan pada jauh dekatnya jarak tempuh. Penghasilan tersebut bisa saja berlipat menjadi Rp 200 ribu, jika mencapai lereng Merapi.
Akan tetapi ia mengaku, penghasilannya tersebut masih dikurangi dengan biaya solar, membayar retribusi pada pengelola mata air dan biaya melewati portal jalan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20141014_225809_truk-tanki-air.jpg)