Senin, 20 April 2026

Sopir Maut Bus Harapan Jaya Akhirnya Menyerahkan Diri

Setelah empat hari menjadi buronan petugas, Teguh Hariyanto (37) sopir bus PO Harapan Jaya akhirnya menyerahkan diri.

Editor: Sugiyarto

TRIBUNNEWS.COM, KEDIRI-Setelah empat hari menjadi buronan petugas, Teguh Hariyanto (37) sopir bus PO Harapan Jaya akhirnya menyerahkan diri.

Teguh datang ke Mapolres Kediri Kota, Jumat (17/10/2014) pagi. Sopir bus yang terlibat kecelakaan maut di Waru, Sidoarjo ini diantar istrinya Ny Binti.

Tersangka sempat kabur karena takut dikeroyok massa karena korban kecelakaan bus yang dikemudikan mengakibatkan 7 korban tewas.

Selain itu Teguh juga terluka lengan tangan kanannya karena terkena pecahan kaca bus yang terguling. Tersangka mengaku bersembunyi di luar kota karena takut dengan kejadian yang telah menimpanya.

Penyerahan diri Teguh terjadi setelah petugas dari Polres Kediri Kota melakukan pendekatan persuasif dengan pihak keluarganya. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil saat Teguh kembali menghubungi keluarganya akhirnya mau menyerahkan diri.

Kemudian petugas dari Polres Kediri Kota menjemput Teguh di daerah Semampir tempat salah satu koleganya. Teguh sediri merupakan warga Kelurahan Banaran, Kota Kediri. Namun tempat tinggal istrinya di Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Sebenarnya Teguh sudah ingin segera menyerahkan diri. Namun yang bersangkutan galau dengan ancaman hukuman yang bakal menjeratnya karena peristiwa kecelakaan yang menimpanya mengakibatkab jatuhnya banyak korban jiwa.

Namun setelah diberikan pengertian keluarganya sesuai pesan petugas, Teguh akhirnya mau menyerahkan diri ke Polres Kediri Kota.

Saat dimintai keterangan di Mapolres Kediri Kota, Teguh juga didampingi Ny Binti, istrinya.

Kasatlantas Polres Sidoarjo AKP Budi Setiono kepada wartawan mengatakan, Teguh telah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Sidoarjo karena tidak segera menyerahkan diri setelah kecelakaan bus Harapan Jaya nopol AG 7900 UR. "Kami datang ke Polres Kediri Kota untuk menjemputnya," ujarnya.

Dalam pengakuannya kepada petugas, Teguh bersembunyi di suatu tempat karena khawatir dihajar massa. Selain itu, tersangka juga terluka tangan kanannya membengkak dan lecet terkena pecahan kaca

Sumber: Surya
Tags
Sidoarjo
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved