Selasa, 12 Mei 2026

Pusat Pemerintahan Kota Samarinda Bakal Dipindah

Kondisi Pusat Pemerintahan Kota Samarinda di Jalan Kusuma Bangsa saat ini sudah dikepung pusat perbelanjaan, hotel dan pertokoan.

Tayang:
Editor: Sugiyarto
net
Kantor Walikota Samarinda di Jalan Basuki Rahmat bakal dipindah 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Doan Pardede

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Kondisi Pusat Pemerintahan Kota Samarinda di Jalan Kusuma Bangsa saat ini sudah dikepung pusat perbelanjaan, hotel dan pertokoan.

Dalam pemaparan Kajian Pemindahan Pusat Pemerintahan Kota Samarinda ke Samarinda Seberang atau Sei Siring di rumah jabatan Walikota Samarinda, Jalan S Parman, Senin (17/11/2014), juga terungkap bahwa diawal pembangunan pada tahun 1970an, tiga jalan yang saat ini mengelilingi Balaikota bukan dimaksudkan untuk menjadi jalan protokol.

Namun seriring perkembangan kota, ke tiga jalan yakni Jalan Agus Salim, Jalan Basuki dan Jalan Kusuma Bangsa menjadi akses utama menuju pusat perbelanjaan dan hotel.

Sebut saja Jalan Agus Salim dari beberapa titik, menjadi akses pilihan menuju Plaza Mulia, Mal Lembuswana dan Samarinda Central Plaza (SCP).

Kepala Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur (PKP2) LANPKP2A III LAN, Mariman Darto, SE. M.Si mengatakan, dari hasil analisis yang sudah dilakukan, didapati kesepakatan dan pemahaman bahwa pemindahan pusat pemerintahan Kota Samarinda yang berada di Jalan Basuki Rahmat begitu penting (urgent).

"Pusat pemerintahan Kota Samarinda saat ini sudah tidak layak lagi digunakan. Lingkungan di sekitar dan di dalam kompleks Balaikota macet pada jam-jam sibuk dan semrawut tempat parkirnya, sehingga nampak tidak tertata dan tidak indah dipandang dari sisi estetika penataan pusat pemerintahan," kata Mariman dalam pemaparannya.

Dipaparkannya lagi, gedung Balaikota dan gedung-gedung Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terlihat kurang terawat dan sudah tidak muat lagi menampung pegawai yang begitu banyak.

Hal ini menurutnya, dibuktikan dengan penataan desain ruang kerja yang sempit dan meja krusi yang berhimpit-himpitan satu sama lain. Sehingga menghilangkan faktor kenyamanan dalam bekerja bagi para aparatur yang ada disana.

"Dengan kondisi demikian sulit diharapkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Samarinda dapat berkerja secara optimal," kata Mariman.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved