Sebanyak 30 Keluarga Korban Longsor dan Banjir di Garut Masih Mengungsi
Sebanyak 30 keluarga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut masih hidup di pengungsian
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNNEWS.COM.GARUT - Sebanyak 30 keluarga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut masih hidup di pengungsian. Mereka merupakan korban bencana yang rumahnya hancur akibat longsor dan banjir bandang beberapa hari lalu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Dik Dik Hendrajaya, mengatakan enam keluarga di antaranya merupakan korban yang rumahnya terbawa hanyut saat banjir bandang terjadi di Kecamatan Cikajang.
Tujuh keluarga yang mengungsi lainnya adalah pemilik rumah yang hancur akibat longsor di Kecamatan Caringin, tujuh keluarga korban longsor di Kecamatan Mekarmukti, dan tujuh keluarga korban longsor di Kecamatan Pakenjeng. Sisanya, tersebar di sejumlah kecamatan lainnya.
"Mereka tidak mengungsi di tenda darurat, melainkan di rumah tetangga atau saudaranya yang lebih aman. Rumah mereka sudah tidak bisa dihuni lagi karena hancur oleh longsor dan banjir bandang," kata Dik Dik, Senin (15/12/2014).
Sebelumnya, longsor terjadi di tujuh kecamatan di selatan Garut pada Sabtu (29/11/2014) sampai Minggu (30/11/2014). Akibatnya, 134 rumah rusak berat, 108 rumah rusak sedang, 177 rumah rusak ringan, dan 455 rumah terancam.
Selain itu, longsor merusak dan mengancam tiga buah masjid, tiga sekolah, dan tiga jembatan. Juga sempat memutuskan dua jalur utama penghubung pusat kota Garut dengan wilayah Selatan.
Sedangkan, banjir bandang di Kecamatan Banjarwangi dan Cikajang, Selaaa (9/12/2014), menyebabkan ratusan rumah terendam dan enam rumah di antaranya hancur. (sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengungsi-di-garut_20141215_113816.jpg)