Senin, 1 Juni 2026

Delapan Tahun Mangkrak, Proyek Jembatan Melawi II Dilanjutkan

Setelah mangkrak kurang lebih delapan tahun, pemkab Melawi berencana melanjutkan pembangunan jembatan Melawi II, pada tahun 2015 mendatang.

Tayang:
Editor: Sugiyarto
net
Jembatan Melawi II yang Mangkrak 8 Tahun 

TRIBUNNEWS.COM, MELAWI -Setelah mangkrak kurang lebih delapan tahun, pemkab Melawi berencana melanjutkan pembangunan jembatan Melawi II, pada tahun 2015 mendatang. Saat ini dinas PU tengah melakukan perhitungan anggaran yang dibutuhkan.

“Mudah-mudahan saja tahun 2015 ini dianggarkan, kita sudah usulkan kelanjutan pembangunan jembatan tersebut pada APBD murni, namun kebutuhan anggarannya belum bisa kita tentukan, masih perlu dihitung kembali,” kata sekretaris dinas PU Melawi, Sofyan di kantornya Rabu (17/12).

Sofyan mengungkapkan, jembatan Melawi II sudah dibangun sejak tahun 2006-2007 silam. Pembangunan yang dilaksanakan pada kepemimpinan bupati Suman Kurik itu baru sampai tahap abodemen.

“Kita juga upayakan menjolok dana dari pusat, meskipun mungkin yang kita andalkan adalah dari APBD,” katanya.

Sofyan mengatakan, untuk sementara ini pihaknya masih akan melakukan progres lanjutan, PU juga sudah mengajukan bantuan kepada kementrian PU pusat. Hal ini dilakukan, supaya jembatan yang dihasilkan bisa lebih baik.

“Sekarang kita mau review desain dulu, ada beberapa bagian yang perlu didesain ulang, termasuk beberapa pilar ada yang akan dibangun kembali, apalagi sebelumnya ada bagian tiang fender kemarin ditabrak ponton,” jelasnya.

Kata Sofyan, untuk sementara ini pemkab Melawi sudah mengajukan bantuan rangka baja kepada kementrian PU pusat. Namun Sofyan belum bisa memastikan kapan bantuan dari pusat akan turun apalagi anggaran yang dibutuhkan relatif besar.

“Untuk satu bentang rangka baja saja itu dibutuhkan biaya Rp 8 miliar plus mobilisasinya, jadi kalau sampai selesai bisa membutuhkan dana sekitar Rp 70 sampai Rp 80 miliar, jadi memang sangat besar,” katanya.

Camat Pinoh Utara, Yohanes Atui mengungkapkan, keberadaan jembatan Melawi II sangat penting untuk mendorong pembangunan di wilayahnya, apalagi saat ini di wilayah itu sudah ada perusahaan perkebunan.

“Dengan adanya pembangunan jembatan Melawi II secara otomatis ekonomi masyarakatnya akan tumbuh pesat, karena akses transportasi menjadi lancar,” katanya.

Kecamatan Pinoh Utara termasuk kecamatan terdekat dari ibu kota Kabupaten, hanya saja terpisah dengan sungai. Akses satu-satunya menuju Kabupaten harus menggunakan perahu penyeberangan.

“Kita sangat berharap pembangunan bisa terealisasi,” katanya. (ali)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved