Breaking News:

Sepi Penumpang, KA Penataran Ekspres Dipensiunkan

“Sejak dioperasionalkan pertama kali(November2013)okupansi kereta ini memang tidak bagus. Belakangan ini okupansi di hari biasa kurang dari 20 persen,

zoom-inlihat foto Sepi Penumpang, KA Penataran Ekspres Dipensiunkan
Net
Kereta Api (KA) Penataran Ekspres yang melayani rute Surabaya- Malang resmi berhenti beroperasi

TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Kereta Api (KA) Penataran Ekspres yang melayani rute Surabaya- Malang resmi berhenti beroperasi sejak hari ini, Selasa (6/1/2015).

Kereta api dengan layanan istimewa dan aktu tempuh cepat itu dipensiunkan karena okupansi penumpang selama ini minim.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Sumarsono mengatakan KA Penataran Ekspres terakhir beroperasi Senin (5/1/2015).
Operasional Kereta ini dihentikan dengan beberapa pertimbangan.

“Sejak dioperasionalkan pertama kali(November2013)okupansi kereta ini memang tidak bagus. Belakangan ini okupansi di hari biasa kurang dari 20 persen,” kata Sumarsono saat dihubungi, Selasa (6/1/2015).

Ia menambahkan jika KA ini terus dioperasikan tentu sangat tidak efisien.

”Dari sisi penggunaan jalur kereta juga jadi tidak efisien. Jalur kereta sekarang padat, sayang kalau masih digunakan untuk rute KA yang sepi penumpang,” ungkapnya.

Pertimbangan lain yang dinilai PT KAI adalah keberadaan KA Jayabaya dan KA Bima yang kini jadi pilihan untuk melayani penumpang tujuan Surabaya- Malang.

Dua KA ini memiliki fasilitas gerbong yang lebih baik dari KA Penataran Ekspres.

“Sejak November lalu KA ini sudah menerapkan tarif khusus local komersial untuk penumpang tujuan Surabaya-Malang, jadi tidak dikenakan tariff jarak jauhnya. Banyak penumpang dari stasiun Malang Kota Baru ke stasiun Surabaya Gubeng dan sebaliknya beralih ke kereta ini,” papar Sumarsono.

KA Bima memasang tarif Rp 40.000 untuk rute Malang Kota Baru-Surabaya Gubeng. KA Jayabaya tarifnya Rp 30.000 untuk rute yang sama.

Sementara KA Penataran Ekspres terakhir kali memasang harga tiket Rp 25.000. (Dyan Rekohadi)

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved