Korban Penembakan Terkejut KH Hasyim Muzadi di Sampingnya
Aktivis antikorupsi itu pun spontan akan bangun dari tempat perawatannya, meski kondisinya masih lemas.
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Direktur Center for Islam and Democracy Studies (CIDe) Mathur Husairi yang dirawat di
ruang Observasi Intensif 01 Instalasi Rawat Darurat (IRD) RSUD Dr Soetomo terkejut melihat KH Hasyim Muzadi berada di sampingnya, Rabu (21/1/2015) sore.
Aktivis antikorupsi itu pun spontan akan bangun dari tempat perawatannya, meski kondisinya masih lemas dan berbagai peralatan medis masih menempel di tubuhnya. Melihat gelagat itu, seorang perawat langsung mengingatkan bapak lima anak itu untuk bangun. Mathur yang sudah mengangkat kepalanya beberapa centimeter itu akhirnya mengurungkan niatnya dan tetap berada di pembaringannya.
Sementara sebelum masuk ruang perawatan Mathur, Hasyim yang juga mantan Ketua Umum PBNU itu, bertemu dengan istri
dan anak aktivis yang ditembak oleh orang tak dikenal pada Selasa (20/1/2015) dini hari.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu menghampiri perempuan berkerudung hijau yang sedang duduk di lantai. Perempuan itu adalah Muthmainah (36), istri Mathur. Hasyim yang mengenakan kopiah hitam dan kemeja putih itu lalu menyalami Muthmainah. Dia kemudian menyerahkan amplop putih berisi uang kepada Rifki Ulil Azmi (8), anaknya.
"Ini biar ibunya (Muthmainah) saja yang bawa," kata Hasyim yang didampingi mantan Ketua DPRD Jatim Fathorrasjid dan mantan Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf. Hasyim kemudian berpindah ke samping ruang observasi intensif 01 tempat Mathur dirawat.
Awalnya, ia hanya melihat melalui kaca jendela ruangan. Setelah itu, ia dan sejumlah pria yang menemaninya masuk ke dalam ruangan steril itu. Mereka juga ditemani Rifki dan Muthmainah untuk melihat kondisi Mathtur yang tampak masih tergolek di atas kasur.
Dia lalu berdiri di samping tempat tidur Mathur. Kemudian mengangkat dua telapak tangannya ke atas dan berdoa. Saat itu Mathur tidak mengenakan baju. Tubuhnya diselimuti selimut putih bermotif garis-garis. Di mulutnya terpasang sebuah selang.
Sedangkan di tangan kirinya dipasang selang infus. Sekitar satu meter dari tempat tidur Mathur terdapat sebuah alat pendeteksi jantung. Pada bagian monitor tampak angka-angka dan grafik. Hasyim yang berdiri di dekatnya sempat memegang tangan kiri Mahtur. Setelah itu mendekati Muthmainah dan menyalaminya kembali.
"Banyak-banyak bersalawat insya Allah sembuh," kata Hasyim sembari keluar ruangan.
Muthmainah saat ditemui mengaku tidak menyangka bila, Hasyim menjenguk suaminya.
"Nggak tahu kalau mau datang, saya juga baru bertemu di sini. Mungkin kalau suami saya sudah sering ketemu," kata
ibu dua orang anak ini. (jay/rbp/ufi/st32/yls)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/hasyim-muzadi-jenguk-mathur-husairi_20150122_145757.jpg)