2.000 Warga Tangkura Poso Terancam Kelaparan
Dampak aksi terorisme semakin menyengsarakan warga Desa Tangkura, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dampak aksi terorisme semakin menyengsarakan warga Desa Tangkura, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Dikabarkan, tidak kurang dari 2000 warga di Desa tersebut terancam kelaparan setelah selama dua pekan tidak dapat ke sawah dan berladang.
Warga tidak berani ke ladang setelah munculnya ancaman aksi terorisme beberapa waktu lalu.
Tak hanya itu, warga juga enggan ke ladang guna mematuhi imbauan tidak berladang oleh pemerintah dan aparat keamanan. Sehingga sebanyak lebih dari 2000 warga terancam kelaparan.
"Kami minta pusat segera tangani Poso. Kementerian sosial harus segera melihat ada 2000 anak bangsa di negeri ini terancam kelaparan di Desa Tangkura, Poso," kata Tokoh Muda Poso Rizal Calvary Marimbo di Jakarta, Minggu (1/2/2015).
Marimbo mengatakan, kelaparan di Tangkura, Poso merupakan dampak sistematis dari kesalahan negara yang gagal melindungi dan menjamin keamanan warganya sesuai konstitusi.
"Sebab itu, negara yang harus bertanggungjawab, bila rakyatnya tidak memiliki rasa aman ketika akan berladang dan mencari sumber penghidupan dan nafkah," kata Marimbo.
Dia menuturkan hampir semua warga Desa Tangkura hidup dari pertanian. Nyawa para petani Tangkura terancam setelah medio Januari 2015 lalu, sebanyak tiga petani dibunuh dengan sadis di dekat ladang pertanian mereka. Aksi ini merupakan kejadian yang terus terulang di Pesisir Kabupaten Poso.
"Dan anehnya seakan negara tak berdaya melindungi warganya. Coba pemerintah hitung, sejak kerusuhan 14 tahun berjalan sudah ada lebih dari 200 nyawa warga Poso melayang begitu saja. Kenapa begini terus?" ujarnya.
Marimbo mengatakan, dari keluhan warga, hanya sedikit bantuan makanan yang mengalir, sedangkan sudah dua pekan, warga hanya bisa bertahan di rumah masing-masing.
"Sebab itu, kami mengajak semua lapisan warga yang bersimpati dengan kondisi di Tangkura Poso dapat memberikan bantuan kemanusiaan, sebab akan sangat membantu warga," kata Marimbo.
Menurutnya warga membutuhkan bantuan bahan makanan berupa beras, mie instan, dan lain sebagainya.
"Saya sudah hubungi Kepala Desa Tangkura tadi malam, kami perkirakan situasi ini akan berlangsung sampai beberapa bulan ke depan sampai situasi berangsung-angsur aman. Artinya bahwa, ancaman kelaparan itu sudah terjadi. Warga tidak punya uang membeli sembako. Mereka banyak terlilit utang di warung-warung dan toko-toko kelontong. Masalah sosial lain bisa muncul," imbuh Marimbo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140206_140159_suasana_penembakan_poso.jpg)