'Formasi CPNS Dokter Kok Banyak Anak Pejabatnya Ya?'

Sejumlah anak pejabat di Kabupaten Jember lolos sebagai CPNS dokter melalui jalur formasi khusus

'Formasi CPNS Dokter Kok Banyak Anak Pejabatnya Ya?'
warta kota/nur ichsan
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Sejumlah anak pejabat di Kabupaten Jember lolos sebagai CPNS dokter melalui jalur formasi khusus. Penerimaan CPNS dokter melalui formasi khusus ini kini menjadi pembicaraan di Jember paska diperiksanya dua orang PNS Pemkab Jember oleh polisi.

Kedua PNS itu, Kasubag di Dinas Kesehatan BW dan Kasi di BKD HL ditangkap dan diperiksa polisi karena diduga meminta 'uang terimakasih' kepada para dokter tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Surya.co.id, jumlah uang terimakasih per orangnya mencapai Rp 50 juta. Kalau ada 40 orang CPNS dokter melalui jalur itu, diperkirakan ada uang terimakasih sebesar Rp 2 miliar. Dan sebagai balasan uang terimakasih itu, SK Bupati yang telah terbit Januari lalu diberikan kepada para dokter tersebut.

Lalu apakah Formasi khusus itu? Formasi khusus merupakan jalur pengangkatan CPNS berdasarkan usulan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat berdasarkan kebutuhan.

Berdasarkan analisa BKD, salah satu kebutuhan PNS di Jember adalah dokter. Karenanya sejak tahun 2013 lalu, BKD Jember mengusulkan pengadaan CPNS dokter melalui jalur tersebut. Ada 42 nama yang diajukan yang terdiri dari dokter umum, gigi, dan spesialis.

"Syaratnya harus sudah mengabdi, tidak ada batasan berapa lama sudah mengabdinya," kata Kepala BKD Jember Joko Santoso.

Dari 42 nama yang diajukan, semuanya disetujui. Tetapi ada dua nama yang mengundurkan diri, seperti diungkapkan Joko. Keduanya mengundurkan diri karena alasan pribadi.

Dari nama-nama tersebut ternyata beberapa orang di antaranya merupakan anak pejabat di Kabupaten Jember. Dari penelusuran Surya.co.id, mereka merupakan anak pejabat aktif seperti anak kepala dinas, kepala bagian, dokter, dan pejabat eselon II di Pemkab Jember. Setidaknya ada enam anak pejabat dalam rombongan itu.

Anak-anak pejabat itu rata-rata ditempatkan di kawasan kota seperti RSD dr Soebandi Jember. (Sri Wahyunik)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved