60 Mesin Pompa Air Macet Diduga Sebagai Penyebab Banjir di Semarang
Banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kota Semarang diduga diakibatkan tidak berfungsinya pompa penyedot pembuang air.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, A Prianggoro
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kota Semarang pada Kamis (12/02/2015) dan Jumat (13/02/2015) lalu diduga diakibatkan tidak berfungsinya pompa penyedot pembuang air.
Saat dikonfirmasi, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengakui adanya peran pompa yang tidak maksimal sehingga terjadi banjir.
"Pompa yang berfungsi hanya sepertiga saja (sekitar 31 pompa) dari total 94 pompa sehingga air hujan masuk ke pemukiman warga. Ketambahan volume air hujan sangat tinggi mengakibatkan air tak dapat dibendung lagi," kata Hendi, demikian sapaan akrab Walikota Semarang, Sabtu (14/02/2015).
Hendi tidak menjelaskan detail alasan pompa yang beroperasi hanya sepertiga saja. Jumat (13/02/2015) malam, Hendi bersama sejumlah anggota DPRD meninjau kampung yang terkena banjir di Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan dan Sawahbesar, Kecamatan Gayamsari.
Hendi meminta warga tidak khawatir karena Pemkot Semarang kini terus melakukan koordinasi internal antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), mulai dari tingkat kecamatan hingga dinas terkait, untuk mengantisipasi banjir.
"Pemkot mengalokasikan dana Rp 20 milia untuk normalisasi Kali Tenggang. Saya berharap kesadaran masyarakat juga dapat menjaga kebersihan dan saluran agar aliran sungai lancar sehingga pompa yang sudah ada dapat bekerja maksimal," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kota-semarang-dan-sekitarnya-dikepung-banjir_20150213_154324.jpg)