Jumat, 17 April 2026

Gusdurian Minta Penyebar Stiker Ajakan Sholat 3 Waktu Tidak Dihakimi

Kasus penyebaran stiker ajak salat 3 waktu oleh Pondok Pesntren Urwatul Wutsqo (PPUW), Jombang mendapat reaksi dari Jaringan Gusdurian (JGD) Jatim.

Editor: Sugiyarto
surya/sutono
Sekretaris MUI Jombang KH Junaidi Hidayat menunjukkan stiker Solat 3 Waktu yang diedarkan Pondok Pesantren Urwatul Wutsqo Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang. 

Tertulis pada stiker, Salat 3 Waktu, disebut Salat Jamak.

Pelaksanaanya digabung, dzuhur dan ashar dilakukan pada waktu dzuhur. Kemudian salat magrib dan isya' dilakukan pada wakti isya'.

Namun dalam stiker disebutkan salat jamak bisa dilakukan meski tidak bepergian.

Dikatakan, salat 3 waktu diperuntukkan bagi pekerja, pedagang kaki lima, petani dan sebagainya.

"Boleh dilakukan tiap hari meski tidak pergi," tulis stiker.

Pada stiker itu juga tertulis, yang (solatnya dilakukan ketika) pergi, adalah salat Qoshor.

“Yaitu dengan baju najis, tidak berdiri dsb, atau menyingkat empat rakaat menjadi dua rakaat,” tulis stiker tersebut.

Sekretaris MUI Jombang, KH Junaidi Hidayat, menilai, stiker diterbitkan PPUW itu cukup meresahkan masyarakat.

“Kami menyesalkan beredarnya stiker itu, karena berpotensi menyesatkan," kata Junaidi sembari menunjukkan segepok stiker yang ia bawa, Selasa (17/2/2015).

MUI berjanji, dalam waktu dekat ini pihaknya berjanji segera memanggil pengasuh PPUW. Dengan begitu, bisa diketahui alasan PPUW menerbitkan ajakan salat tiga waktu.

"Kami sudah mendapatkan stiker yang meresahkan tersebut. Selanjutnya, kami akan panggil pengasuh PPUW," pungkas Junaidi.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved