Bus Rombongan Study Tour Terbalik, Mahasiswa Malaysia Tewas di Geumpang Aceh
Suasana ceria rombongan study tour mahasiswa Universiti Sains Malaysia (USM) ke Geumpang, Pidie, Aceh, mendadak berubah jadi duka
TRIBUNNEWS.COM, SIGLI - Suasana ceria rombongan study tour mahasiswa Fakultas Mineral Resources Engineering (Fakultas Pertambangan) Universiti Sains Malaysia (USM) ke Geumpang, Pidie, Aceh, mendadak berubah jadi duka pada Rabu (11/3) sekira pukul 20.00 WIB.
Bus Damri yang mereka tumpangi saat kembali ke Banda Aceh tiba-tiba remnya tak berfungsi maksimal ketika turun di tikungan tajam kawasan Geumpang. Alhasil, bus itu terbalik. Seorang meninggal dunia, tujuh lainnya luka parah.
Korban tewas dalam insiden itu adalah Muhammad Izzamir Nabihan bin A Majid (23), mahasiswa Fakultas Mineral Resources Engineering USM asal Sungai Besi Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia.
Rombongan study tour mahasiswa asal negeri jiran itu berjumlah 24 orang.
Mereka melakukan survei batu emas (versi lain menyebutkan batu bara) pada lubang penggalian di pegunungan Gampong Lamjeu, Kecamatan Geumpang, Pidie.
Rombongan bertolak dari Banda Aceh ke Geumpang pada Rabu (11/3) sekira pukul 10.00 WIB.
Seusai melakukan survei, rombongan bertolak kembali ke Banda Aceh. Namun, setiba di tikungan dan turunan tajam Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Pidie, atau tepatnya pada Km 8, bus robongan terbalik ke kanan jalan.
Itu terjadi karena sang sopir Bus Damri BL 7305 AA itu, Bakri (38), hendak menyalip dua mobil di depannya dengan kecepatan sedang.
Bus yang terbalik itu terguling. “Akibat benturan dan terjepit di dalam bus yang nahas itu, Muhammad Izzamir Nabihan bin A Majid meninggal dunia,” ujar Kapolres Pidie, AKBP Muhajir SIK MH didampingi Kasat Lantas AKP Mawardi SE kepada Serambi, Kamis (12/3).
Dalam insiden itu, selain satu orang meninggal (Muhammad Izzamir Nabihan), tujuh lainnya mengalami luka berat. Mereka adalah Wan Nurul Aishah binti Che Wan (23) asal Pahang, Syaik Abdul bin Shaik Abdul Wahab (23) asal Penang, Syamimi Nadira binti Mohd Nor (23) asal Kuala Lumpur, dan seorang dosen asal Pahang, Nolia binti Baharun (53).
Selain itu, tiga korban cedera lainnya merupakan warga Aceh yang ikut serta mendampingi 24 mahasiswa asal USM tersebut.
Masing-masing Jimy Saputra (29) anggota Polsek Geumpang, Muzakir (41) kondektur bus, dan Bakri (38), sopir bus Damri asal Banda Aceh. Sementara, sebelas lainnya mengalami luka ringan.
“Petaka maut itu terjadi akibat rem mobil tak berfungsi secara maksimal, sehingga saat turun di tikungan patah laju bus hilang kendali, sehingga busnya langsung terbalik,” jelas AKBP Muhajir.
Aparat kepolisian dari Satuan Lalu Lintas Polres Pidie bersama anggota Polsek Geumpang dan masyarakat langsung mengevakuasi korban.
Bahkan korban yang meninggal, langsung difardukifayahkan. Aparat polisi juga turut mengawal jenazah hingga ke Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, untuk selanjutnya diterbangkan ke Malaysia.
Sedangkan korban terluka dirawat di RSU Tgk Chik Ditiro, Sigli, Pidie. Dua orang di antaranya bahkan dioperasi.
Kemudian, seluruh mahasiswa USM yang cedera dalam kecelakaan lalu lintas itu kemarin sore dirujuk ke Rumah Sakit Ubudiyah, Banda Aceh.
Ketua Yayasan Ubudiyah, Dedi Zefrizal ST didampingi Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI) Aceh, Marniati MKes membenarkan bahwa para mahasiswa USM yang terluka dalam lakalantas itu tadi malam menjalani rawat lanjutan di RS Ubudiyah Banda Aceh.
Direncanakan hari ini mereka akan diterbangkan ke Malaysia naik pesawat Fairfly.
Sekretaris Persatuan Pelajar Malaysia (PPM) Aceh, Muhammad Nor Azlan kepada Serambi kemarin mengatakan, ke-24 mahasiswa USM itu berkunjung ke tempat tambangg tradisional di Kecamatan Geumpang, Pidie, untuk melakukan studi serta survei barang tambang berupa material batu emas.
Para mahasiswa Malaysia, menurutnya, sangat berterima kasih atas kepedulian maksimal yang diberikan masyarakat Geumpang dalam menyelenggarakan fardu kifayah terhadap almarmum.
“Kami kagum atas kekompakan dan kerja keras masyarakat Geumpang dan aparat kepolisian yang telah menyelamatkan warga kami,” ujarnya.
Nama ke-24 mahasiswa USM itu adalah Fathin Dalilah binti Supri, Hazirah Hanim binti Zaharuddin, Intan Munirah binti Rosli, Maria Ulfah binti Khider, Mohamada Syahidan bin Shamsudin, Muhammad Izzamir Nabihan bin Majid, Nabilahmahir bin Sufianmahir, Noraini binti Mustapa, Nurhidayah binti Abdul Muthaleb, Nurul Naziehha binti Yacob, Rasyifah Rushda binti Abdul Mutaleb, Shaik Abdul Rahman bin Shaik Abdul Wahab, dan Siti Norhidayu binti Mohamed.
Selanjutnya, Syafawati binti Sulaiman, Syamimi Nadira binti Mohd Nur, Wan Nur Syafiqah binti Hairul Anuar, Wan Nurulaisyah binti Che Wan Dzulkanain, Maclive Wilkinson Anak Agam, Norlia binti Baharun, Kamar Shah bin Ariffin, Hareyani binti Zabidi, Mohd Hazizah bin Mohd Hasim, dan Meor Mohammad Noh bin Abdul Majid.
Menurut Muhammad Rizki Thamrin SE dari PT Jasa Raharja Persero Pidie kemarin, seluruh korban penumpang bus Damri itu, termasuk 24 warga Malaysia, mendapat jaminan melalui PT Jasa Raharja sebagaimana ketentuan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964.
“Warga yang meninggal dunia, klaim asuransi dibayar Rp 25 juta, sedangkan yang luka berat Rp 10 juta,” jelas. (c43/dik)