Kakek Supirno Dibacok Tetangga Saat Ambil Daun Pisang di Pekarangan
Korban terkena bacokan di bagian kepala dan tangan saat menangkisnya.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Fajar Eko Nugroho
TRIBUNNEWS.COM, TEGAL - Supirno (71) seorang kakek warga Jalan Werkudoro RT 06 / RW 06 Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal tersungkur bersimbah darah setelah dibacok berulang kali oleh Dul Slamet (59) tetangganya. Pelaku nekat menebas kepala korban, diduga karena dendam sering disebut menyerobot tanah korban.
Peristiwa itu terjadi, Minggu (15/3) di Kota Tegal. Saat itu Supirno sedang ambil daun pisang di pekarangan yang tak jauh dari rumahnya.
Tiba-tiba Dul Slamet datang dari belakang langsung membacok kepala korban menggunakan parang panjang.
Korban terkena bacokan di bagian kepala dan tangan saat menangkisnya. Korban pun tersungkur bersimbah darah. Pelaku bergegas pergi meninggalkan korban dalam kondisi luka parah.
"Saya nggak tahu persis kejadian itu. Sebab, sewaktu kejadian berada di rumah sedang memasak. Saya tahu dari warga yang berteriak-teriak memanggil nama bapak kepalanya luka-luka," ujar istri korban Solikha, Minggu (15/3/2015).
Mendengar suara teriakan dari tetangganya itu, Solikha langsung berlari keluar rumah untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
"Warga bilang kepala bapak (korban) dan tangannya luka-luka di pekarangan belakang. Saat itu juga saya langsung cek dan saya lemas melihat bapak dalam kondisi banyak mengeluarkan darah dan pingsan," kata dia lirih.
Akibat sabetan parang sepanjang hampir satu meter itu, Supirno dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah. Hingga kini kondisi korban masih kritis.
Warga kemudian lapor ke Mapolsek Tegal Timur. Satreskrim kemudian membekuk pelaku di kediamannya beserta barang bukti parang yang masih berlumuran darah.
Pelaku kini dijebloskan ke sel tahanan Polsek Tegal Timur.
Kanit Reskrim Tegal Timur Ipda Daryanto mengatakan, kasus ini masih diselidiki. Polisi belum bisa menyimpulkan apa motif pelaku membacok korban.
"Untuk sementara dugaan kami karena masalah tanah. Karena sehari sebelumnya pada Sabtu (14/3) warga setempat sedang kerja bakti, namun saat itu pelaku dan korban ribut soal tanah pekarangan yang rencananya akan digunakan sebagai akses jalan baru," ungkapnya. (*)