Profil dan Sosok
Sosok Pelaku Pembunuhan IRT di Tangerang, Samarkan Aksi Kekerasan dengan Putar Musik
Widyastuti ditemukan tewas di kontrakan Tangerang. Dibunuh anak tirinya NS (25). Pelaku putar musik samarkan aksi kekerasan.
Ringkasan Berita:
- Widyastuti ditemukan tewas di kontrakan Babakan, Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (18/4/2026) sore oleh suaminya sepulang kerja.
- Polisi menangkap pelaku NS (25), anak kandung suami korban, di Priuk, Kota Tangerang.
- Hasil tes urine menunjukkan pelaku positif narkotika, sementara motif diduga terkait ekonomi.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga kembali mencuat di Indonesia.
Tragedi terbaru menimpa seorang perempuan di Tangerang, Banten, yang tewas dibunuh anak tirinya sendiri.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan keluarga yang masih marak terjadi di berbagai daerah.
Korban bernama Widyastuti ditemukan tak bernyawa di rumah kontrakan di Jalan Al Mumin, Babakan, Curug, Kabupaten Tangerang pada Jumat (18/4/2026) sore.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh suaminya sepulang kerja.
Awalnya suami tidak curiga, namun setelah beberapa saat ia merasa aneh karena tidak ada sambutan seperti biasanya.
Saat masuk ke dalam rumah, ia kaget melihat istrinya sudah berlumuran darah.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, menyatakan pelaku NS (25) ditangkap di Kecamatan Priuk, Kota Tangerang pada Sabtu (18/4/2026).
“Yang bersangkutan sempat berupaya melarikan diri dengan membawa kendaraan sepeda motor milik bapaknya dan telepon genggam,” ungkapnya.
Hasil tes urine menunjukkan pelaku positif menggunakan narkotika.
"Positif urine mengandung zat metamfetamin, amfetamin, dan benzodiazepam,” lanjutnya.
Baca juga: Bunuh Bidan Karena Tak Diberi Pinjaman Rp500 Ribu, Pria di Banjarmasin Divonis Seumur Hidup
Akibat perbuatannya, pelaku dapat dijerat Pasal 458 KUHP dengan maksimal ancaman 15 tahun penjara.
NS merupakan anak kandung suami korban dan tidak memiliki pekerjaan tetap.
Selama tinggal bersama di kontrakan, pelaku dan korban sering terlibat cekcok masalah ekonomi.