Senin, 13 April 2026

Muda dan Cantik, Pemilik 'Cokelat Klasik' Ini Sudah Ekspansi ke 24 Kota/Kabupaten

Dia sudah memiliki 120-an rombong Cokelat Klasik. Lokasi rombongnya juga tersebar di 24 Kota/Kabupaten di Indonesia.

Editor: Rendy Sadikin
Surya
Martalinda Basuki, pemilik Cokelat Klasik. 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG – Usia Martalinda Basuki masih cukup muda, 24 tahun.

Namun, siapa nyana dia berhasil mempekerjakan 178 orang lewat bisnis kulinernya: Cokelat Klasik.

Ditemui di kantornya, Jalan Joyo Agung, Kota Malang, Selasa (24/3/2015) sore, Martalinda menceritakan bisnis Cokelat Klasik yang sudah dirintis sejak 2011 lalu.

“Semua berawal dari kafe saya di Kampung Inggris, Pare, Kediri,” ujar gadis cantik berjilbab ini.

Kafe itu, jelas Martalinda, menjual berbagai makanan, dan minuman.

Pembelinya ketika itu juga cukup banyak. Sayang, keberuntungan belum berpihak padanya.

Kafe milik Martalinda bangkrut setelah berusia setahun. Penyebabnya dia salah mengelola.

Tapi, Martalinda tak patah arang. Ia segera bangkit dan melakukan survei pada pembeli.

“Isi survey itu menu apa yang laris. Hasilnya cokelat,” katanya.

Bisa ditebak, Martalinda segera menindaklanjuti hasil survei itu.

Ia segera membuat konsep bisnis yang hanya menjual minuman cokelat. Konsep bisnis kafe juga ditinggalkannya.

Dia mengubah bisnis itu dari kafe menjadi rombong alias gerobak dorong. Nama usahanya berubah menjadi Cokelat Klasik.

Konsep bisnis rombong tersebut rupanya membawa untung.

Dara kelahiran Jayapura, 13 Maret 1991, yang semula hanya memiliki satu rombong Cokelat Klasik, kini sudah memiliki 120-an rombong Cokelat Klasik.

Lokasi rombongnya juga tersebar di 24 Kota/Kabupaten di Indonesia.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved